Berburu seafood di Kuromon Market, Osaka

Bulan lalu pas aku trip ke Osaka, aku dapat apartement yang lokasinya strategis di tengah kota dan ternyata dekat sama Kuromon Market (pasar apa ini ya? hmmm penasaran). Setelah aku googling ternyata Kuromon adalah food market yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun di Osaka. WOW!! #makinpenasaran

Perjalanan pertama aku ke Kuromon Market berakhir dengan…..gagal. Karena KEMALEMAN T___T. Aku pertama kali ke Kuromon itu jam 8 malam dan tokonya udah tutup semua. Baiklah, kita coba besoknya, sampai di Kuromon sekitar jam 5 dan yeayyy masih pada buka.

20180504_181540

Pas sampai disana aku seneng bangeeeeettt..karena seafood berlimpah, mulai dari fresh salmon, scallop yang gede-gede, baby octopus, dll. Pengen coba semuanya! 😀 Selain seafood, di Kuromon juga banyak fresh fruits, Kobe beef, takoyaki, dan segala macam jajanan khas Jepang.

20180504_1848471.jpg20180504_18485220180504_18492720180504_18500120180504_18465120180504_183642

Ini dia beberapa makanan yang sempat aku coba di Kuromon market (yang lainnya ga sempat karena udah kekenyangan):

Baby Octopus with Quail Egg :

20180504_183025kalau dilihat sekilas kayak alien deh bentukannya..hahahhaa. Jadi ini adalah baby octopus yang di dalam kepalanya itu diisi telur puyuh. Octopusnya sendiri dibumbuin merah gitu (aku kurang tau ini bumbu apa). Rasanya manis, tapi di servenya memang agak dingin gitu. Kalau mamaku geli liat makanan ini..hahahah..tapi buat yang suka seafood ini worth to try!

Grilled Clams:

5696994864_IMG_20855696994864_IMG_20735696994864_IMG_2067clams atau kerang yang gede-gede banget di grill dan dikasih sake. Fresh dan made to order. Buat yang tidak boleh minum sake, mereka akan tawarin sakenya diganti dengan salt & pepper aja..tapi dikasihtau juga bahwa rasanya akan beda. Tapi jangan khawatir karena rasa clams-nya itu sendiri udah enak banget! Segar, juicy, dan kenyal-kenyal gemesin gitu..hehehehhe.

Grilled Crab & Cheese:

20180504_184945tadinya aku mau beli King crab, tapi takut duitnya habis dan ga bisa jajan yang lain 😦 jadi aku bergeser ke pilihan yang lebih terjangkau ini. Jadi ini tu daging kepiting yang sudah shredded (suiran), ditambahin keju dan (kayaknya sih) macaroni. Terus digrill gitu langsung di atas cangkang kepitingnya. Rasanya….gila ini sih enak banget!! Kejunya meleleh gitu terus daging kepitingnya juga manis, dan berlimpah. Puas deh pokoknya nyobain yang satu ini.

Dango Dumpling:

20180504_18200720180504_181722awalnya ga niat beli ini, justru mau beli Kobe beef di gerobak sebelahnya. Tapi antriannya panjang banget dan aku takut ngabisin waktu terlalu lama nungguin si beef. Jadilah cobain yang ada di gerobak sebelahnya yaitu Dango Dumpling. Karena kendala bahasa, tadinya aku pikir ini adalah mochi ternyata..SALAH! 😀 jadi ini kalau di makanan Korea kayak Tteokbokki gitu ya, rice cake gitu tapi bentuknya bulat dan dikasih olesan saus di atasnya. Rasanya buat aku familiar..kayak kerupuk kemplang 😀 tapi versi empuk.

Nara Strawberry:

20180504_184301ini dia si stroberi putih yang banyak banget dijual di Kuromon market. Aku belum pernah cobain stroberi warna putih sebelumnya, jadi penasaran. Ternyata ya daging buahnya warnanya putih dan rasanya enak, manis terus ada wanginya gitu. Sayang banget ini ga bisa dibawa ke Jakarta 😦  pokoknya kalau liat si Nara strawberry ini jangan lupa cobain yahh.

Oia sebelum ke Kuromon market, aku saranin bawa cash yah. Soalnya kan ini sifatnya jajanan jadi ga ada yang namanya bisa bayar swipe di EDC gitu 🙂 terus makannya itu kebanyakan sambil jalan. Ada sih beberapa warung yang sediain tempat duduk tapi ga semuanya.

20180504_182027

Dan..untuk tidak mengulang kesalahanku, yaitu datang kemaleman 😀 sebaiknya datang dari pagi aja kesini. Mereka buka dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore. Biar lebih puas dan banyak waktu nyobain semuanya 😉

Happy eating!!

Advertisements

4 MUST Eat when in Dotonbori – Osaka, Japan

Trip kali ini adalah pertama kalinya aku ke Jepang (yeay!), sekaligus reuni keluarga. Berhubung aku dan orangtuaku tinggal terpisah negara dan benua jadilah kita ketemu di tengah-tengah yaitu di Jepang..hehehe.

Kota pertama yang aku datangi adalah Osaka. Tadinya aku cuma tertarik karena ada Universal Studio Japan, tapi aku salah, karena ternyata Osaka ini terkenal sebagai ‘Japan’s Kitchen’ alias tempatnya makanan enak di Jepang!

5696994864_IMG_2203

Ada 2 area kuliner yang WAJIB KUDU HARUS didatengin: Dotonbori dan Kuromon Market. Dotonbori itu sebenarnya daerah shopping dan restoran sepanjang Dotonbori River. Untuk kulineran di Dotonbori, aku saranin mulai dari jembatan yang ada Glico Man-nya. Dari situ tinggal nyusurin jalan aja, karena sejujurnya Dotonbori ini rame banget dan kalo belum terbiasa, pasti bingung karena tokonya semua terlihat sama.

20180504_2008525696994864_IMG_2116

(Check next review buat edisi khusus Kuromon yah! 😉 )

Nah ini dia list makanan yang HARUS banget dicoba di Dotonbori Osaka!

  • Takoyaki Dotonbori Kukuru Kunamon

20180503_222102

Ini adalah salah satu Takoyaki yang paling terkenal (dan terenak) di Osaka. Lokasinya ada di sejejeran jembatan Glico Man, ada patung gurita merah di atasnya.  Sebelahan sama Osaka Ohsho Gyoza. Jangan heran kalau liat antrian Takoyaki ini – sabar aja, karena ga bakal nyesel antri, sambil antri bisa sambil nonton mas2nya (manggilnya apa ya kalau di Jepang) bikin takoyaki mulai dari adonan. Seporsinya ada beberapa ukuran, mulai dari S harganya sekitar JPY650 (isi 4) / Rp 84,500. Kalau bisa, sediain uangnya dari pas awal ngantri biar ga lama. (Oia di Jepang ini kita harus taruh uangnya di atas tray kecil gitu yang mereka sediain di kasir).

5696994864_IMG_21495696994864_IMG_2130

Kukuru Takoyaki ini enak banget menurutku karena luarnya crispy tapi dalamnya fluffy banget dan adonan Takoyakinya lembuuuut banget tapi potongan Octopusnya sih gede parah. Aku tidak malu mengakui bahwa aku bisa makan 10 Takoyaki ini sendiri (HAHAHAHAHAH #ihdasarmaruk). Karena memang Kukuru Takoyaki light, ga eneg, dan pas buat memulai perjalanan kuliner malam di Dotonbori.

5696994864_IMG_21565696994864_IMG_2178

Kukuru Dotonbori Takoyaki: 〒542-0071 Osaka Prefecture, Osaka, Chuo, Dotonbori, 1 Chome−10−5 白亜ビル – Opening Hour: 12:00 – 22:30

  • Osaka Ohsho Gyoza

20180503_222021Ini tokonya tetanggaan sama Takoyaki Kukuru, di atasnya ada patung Gyoza berjejer gitu (gemes deh!). Kemarin pas nyobain Ohsho Gyoza ini antrinya memang ga terlalu panjang, tapi kalau ngintip ke dalam restonya..wow rame! Makannya di jalan aja deh sambil menikmati pemandangan Dotonbori di malam hari.

5696994864_IMG_21635696994864_IMG_2177

Gyozanya isinya gurih banget (minced meat & garlic), kulitnya tebal, kenyal tapi garing gitu. Lucunya si Gyoza ini dempet-dempetan akuran banget, jadi makannya mesti agak ditarik-tarik gitu buat pisahin. Kebalikannya dari Takoyaki Kukuru, Ohsho Gyoza ini cenderung lebih mengenyangkan. Untuk harganya dia sekitar JPY200 (Rp 26.000) untuk 6 pcs.

Osaka Ohsho Gyoza: 1-6-13 Dotonbori, Chuo, Osaka, Osaka Prefecture 542-0076, Opening Hour: 11:00-02:00

  • Melonpan Ice Cream

20180504_191951

Terkenal dengan sebutan ‘World’s Second Best Melon-Pan Ice Cream‘, kalau kata temenku: lu belum ke Dotonbori kalau belum cobain es krim ini..hahahahha!! (diem deh! sini aku cobain! seenak apa sih?). Ok baiklah, kita cari dimana letaknya si Melonpan  Ice Cream ini. Dia itu sebenernya jualnya di dalem mobil, jadi jangan cari resto atau cafe yah. Parkirnya pas di belokan setelah Ichiran Ramen. Cari aja yang ada mobil van ijo, gede, ada patung Melon bread di atasnya, plus antriannya ampun-ampunan panjangnya (aku rasanya pengen nangis liat antriannya). Tapi aku kan udah niat mau pamer ke temen, “ni udah gw cobain!”. Jadilah aku ikut antri sekitar 40 menit gitu, berdiri manis bersama turis-turis lain, di bawah udara dingin 11 derajat celsius (cakeppp).

5696994864_IMG_2409

Intinya sih dia ini Melon bread (roti bentuk Melon tapi ga ada rasa Melon nya sama sekali) dikasih es krim dan sirup (bisa pilih, ada rasa Hokkaido Melon, Coklat, Green Tea, dll). Yang polosan harganya JPY400 (ga pakai sirup) / Rp 52,000 – tapi aku cobain yang pakai sirup Hokkaido Melon kena JPY700 (Rp 91,000). Time to try and taste! Gigitan pertama kena si Melon breadnya…………………….(long moment of silence). Aku cuma bisa bilang: gila ini sih enak parah! Abis itu Melon breadnya coba deh colek ke saus Hokkaido Melon-nya trus gigit es krimnya. Yah ampuuuuunnn..disuruh antri 40 menit lagi aku rela sih! 😀

20180504_20552920180504_205430

5696994864_IMG_2406

Melon breadnya ini sepertinya mereka bake sendiri fresh, di dalam si mobil van itu jadi masih wangi, crispy, tapi dalamnya moist banget. Sirupnya pun rasanya enak , ga aneh (jangan bayangin sirup Melon warna ijo yang suka ada di TV kalo bulan puasa ya gaes..beda banget :D). Aku ga ngerti sih kalau ini the second best, gimana the first best-nya. Hahahahah. Inget ya: seantri apapun, please cobain Melonpan Ice Cream ini di Dotonbori!

Melonpan Ice Cream: 1 Chome-4-19 Dotonbori, Chuo, Osaka, Opening Hour: 13:00-22:00.

  • Ichiran Ramen

20180504_192153

Ini dia si Ichiran Ramen yang hits banget dan buka 24 jam. Makan di Ichiran Ramen ini menurutku bukan cuma pengalaman ngerasain ramennya, tapi juga cara ordernya. Jadi step pertama: masuk ke restonya (yaiyalah..hahahah), terus nanti akan dikasih kertas Order Sheet yang isinya preference kita. Mulai dari kekentalan kuah, takaran bawang putih, daun bawang (mau putihnya, ijonya, apa ga pakai sama sekali), mau pakai Chashu engga, tingkat pedasnya, dan tekstur mie. Kalau pusing, lihat aja yang sudah dilingkarin sama mereka, itu yang recommended nya 😀 kalau mau bereksperimen, bisa juga sambil nonton di TV-nya ada Order Sheet milik para artis K-Pop, seleb Jepang, dll. Misalnya ni member Bangtan Boys sukanya ramennya gimana, member Block B gimana..yah gitu lah kira-kira 😀

Terus pesan ramennya itu bukan ke mba2nya ya, tapi ada mesinnya gitu jadi kita masukin dulu uangnya terus pilih mau ramen, dan side dishnya apa saja. Kalau aku selalu pilih Half Boiled Salted Egg dan Mushroom. Masing-masing orderan itu akan keluar di kertas-kertas kecil. Nanti dibawa antri ya kertas itu. Terus nanti sambil antri , sambil liat di dinding itu ada peta meja tempat makannya dan dari lampunya bisa kelihatan mana meja yang kosong. Akan dibantu diarahin juga sama waitersnya.

20180504_192504

Mejanya itu sendiri-sendiri dan bersekat. Jadi kayak bilik orang mau pemilu gitu. Tapi buat yang mau makan berduaan sambil pegangan tangan, jangan khawatir, sekatnya bisa dibuka kok 😉 cara penyajiannya nanti di depan kita itu akan ada tirai kayu, nanti tirainya dibuka trus masnya akan ngomong apa gitu (pake bahasa Jepang, aku ga ngerti) dan akan keluarin ramen dan side dishnya dari situ. Super unique!

Untuk rasa sebenarnya tergantung orderan kita sih. Kalau aku selalu pilih mienya itu yang masih firm (setengah matang) dan pedasnya mild. Buatku Ichiran Ramen ini sih enak banget, apalagi kalau dimakan pas cuaca dingin gitu. Kuahnya gurih, wangi dari daun bawangnya terasa banget. Terus mienya (sesuai seleraku) kenyal dan bikin pengen nambah lagi nambah lagi. Apalagi kalau dimakan sama telur asin setengah matengnya itu, aduh juara deh!

20180504_194738

Dia beneran buka 24 jam, jadi kalau males antri panjang, cobain aja pas jamnya orang-orang tidur heheheheh.

Ichiran Ramen: 1 Chome-4-19 Dotonbori, Chuo, Osaka, Opening Hour: 24hours

Sekian review tentang beberapa makanan di Dotonbori. Kalau ke Osaka jangan lupa cobain yah. See you on next review about Kuromon Market!

J.B. Ah Meng Singapore – Michelin star resto

Aku sering banget dapat pertanyaan dari temen-temen: “makan apa sih yang enak di Singapore?”. Pertanyaan ini sebenernya agak susah dijawab, karena menurutku di Singapore makanannya banyak yang enak dan authentic.

Ada satu resto yang selalu aku recommend: J.B. Ah Meng. Resto ini mendapatkan 1 Michelin Star. Wow! “Mahal ya? Emang makan apaan disana?”

Mahal ya? Jawabannya: relatif. Kalo dibandingin sama resto seafood sekelas Jumbo, J.B. Ah Meng lebih murah. Makan apaan disana? Intinya sih dia resto Zi Char atau Chinese food yang biasanya untuk makan sekeluarga. Tapi menu yang WAJIB dipesen disana adalah San Lou Beehoon alias burnt beehoon (bihun gosong) dan Chilli Crab (plus mantau).

Trip aku kali ini ke Singapore ceritanya wisata kuliner bareng 10 orang Chef dari hotel bintang 5 Jakarta, ya pasti kalau nyariin dinner buat mereka harus yang impressive, secara taste mereka ga ngalay kayak aku. Hahahaha… (kalo aku sih emang anaknya laperan).

20180425_185934

Cara kesananya gampang banget, bisa naik MRT turun di stasiun Aljunied sekitar 750m (sepanjang jalan banyak tukang duren). J.B. Ah Meng ini baru pindah lokasi, restonya sekarang lebih besar dan lebih bagus. Kalau dulu beneran di dalem gang gitu. Yang sekarang alamatnya di Geylang Lorong 30. Adanya di pojokan dan signnya warna merah lumayan gede. Kalau menurut aku, lokasi yang sekarang lebih proper kalau kita mau bawa tamu even untuk yang urusan bisnis sekalipun.

Kita sampai sana sekitar jam 6 sorean dan untungnya masih belum antri jadi bisa bebas duduk dimana aja. Kalau datengnya lebih malem lagi bisa ga dapet tempat duduk. Tanpa berbasa-basi langsung kita pesen: San Lou Beehoon , Chilli Crab, White Pepper Crab, Mantau, Three Delicacy Beancurd, Stir Fried Lala, sayur dan nasi. Hampir semua menu makanannya bisa pilih ada 3 ukuran SML kayak baju. Hehehe.

Jangan kaget karena waitress disana jarang ada yang bisa bahasa Inggris, cuma ada 1-2 orang yang masih bisa English dikit-dikit. Tapi yaa dengan sedikit bahasa Tarzan bisa lah orderan kita dia mengerti.

San Lou Beehoon – bihun goreng yang disajikan dengan gosong dan lepek kayak pancake. Hahahah. Sumpah tampilannya ga menjanjikan banget. Tapi justru inilah menu yang membawa J.B. Ah Meng jadi resto berbintang Michelin. Bihun gorengnya ini enak banget, di dalamnya ada telur, udang dan cumi. Kalo istilah Singaporenya you can taste the wok hei alias gurih-gurih wangi gorengan. Dan wangi smoky akibat gosongnya itu beneran bikin nagih! Must try.

20180425_193450

Chilli Crab & White Pepper Crab – kepiting disini memang bukan yang gede banget, tapi 2 menu ini beneran cooked properly dan juicy kepitingnya masih berasa. Aku lebih rekomendasiin yang Chilli Crab daripada yang White Pepper. Karena yang White Pepper lebih pedes tapi pedesnya ganggu, sampai overpowering rasa manis daging kepitingnya. Kalau yang saus Chilli Crab ini rasanya..mmmmm enak banget apalagi dijadiin cocolan mantau. Fyi roti mantau mereka pun enak banget – ga kayak kalo kita beli yang frozen di supermarket.

20180425_193654

Stir Fried Lala – alias kerang batik ditumis pakai bawang putih dan cabe. Menu ini wajib dipesan buat appetizer. Kerangnya fresh banget, manis dan endut-endut (kayak aku..jadi berasa ketemu jodoh :p ).

20180425_192844

Three Delicacy Beancurd – tahu sutra yang digoreng dan disiram pakai tumisan sayur dan jamur. Kuahnya kental gitu dan gurih banget. Jujur ni ya, aku pesen 3 porsi yang small buat kita ber 12 tapi rasanya itu tahu pengen aku abisin semua sendiri. Abis enaaaaak banget 😀

Setelah makan disana, 10 Chef yang aku ajak ini mengakui: this is a recommended one dan pantesan ajaaa dapet Michelin star. Sampai-sampai Chef Ferran Adria yang terkenal itu juga makan disini lhooo. Kalau dari Indonesia ada oom William Wongso, yang fotonya sampai dipajang di resto J.B. Ah Meng ini.

Untuk urusan harga, kita per orang kena sekitar SGD25 nett udah termasuk minum. Oh ya buat temen-temen yang tanya ini restonya Halal ga? Jawabannya: engga. Karena mereka juga ada menu pork (aku ga pernah pesen sih) dan ada alkohol. All in all aku akan selalu rekomendasiin J.B. Ah Meng buat temen-temen yang mau ke Singapore.

J.B. Ah Meng: 534 Geylang Road Lorong 30
05:00pm – 03:00am

Seneng Banget Makan di JOGJA: 5 kuliner asli Jogja yang harus kamu coba

Kuliner Asli Jogja yang Harus Kamu Coba

Udah pernah coba kuliner apa aja di Jogja? Di Jogja ternyata bukan cuma Gudeg lho. Banyak makanan otentik Jogja yang patut dicoba juga. Antara lain 5 kuliner di bawah ini:

1. Lumpia Samijoyo
Kalau lagi jalan-jalan di Malioboro, selain beli oleh-oleh, coba mampir ke Lumpia Samijoyo. Lokasinya di deretan Ramayana Malioboro, depan deretan toko dekat Hotel Mutiara. Lumpia ini cukup terkenal – rasanya enak dan harganya pun bersahabat. Ada 2 jenis yang bisa kita pilih, Lumpia Ayam atau Lumpia Spesial (isi Ayam dan Telur Puyuh). Per potongnya hanya 4.000 & 4.500 rupiah (ini harga di akhir 2017). Di harga segitu kita dapat lumpia yang besar dan isinya pun padat, dengan kulit yang crispy. Isiannya ada suwiran ayam, sayur (toge & wortel) & telur puyuh. Jangan lupa kasih topping parutan lobak & bawang putih. Lumpia Samijoyo ini khas Jogja, sedikit beda dengan Lumpia Semarang karena tidak ada isian rebung. Dan memang tidak dijual dalam bentuk basah. Jangan kaget kalau kesini dan antriannya panjang. Pelayanannya cepat kok. Sambil tunggu lumpia pesanan digoreng, kita bisa menikmati suasana di Malioboro.
Lumpia Samijoyo. Jl. Malioboro no. 18. 8:00 – 21:00.

Lumpia Samijoyo

2. Warung Bu Ageng
Rumah makan milik seniman Butet Kertaredjasa ini ternyata punya makanan yang..wah ngangeni! Saya sempat pesimis ketika diajak kesini, jangan-jangan hanya karena lagi populer di film AADC2 terus makanannya biasa aja. Sampai pada akhirnya saya coba menu Nasi Campur disana. Ada berbagai macam pilihan topping untuk Nasi Campurnya. Ada Paru Ketumbar, Lele Njingkring, Lidah Semur, Ayam Suwir, Terik Daging Sapi. Nasi Campurnya sendiri sudah default, ada kering kentang, sambal tempe kacang panjang, suwiran tuna dan kerupuk gendar. Saya paling terkesan dengan Lidah Semur karena lidah sapinya dimasak sampai empuk dan bumbu semurnya meresap ke dalam. Lele Njingkringnya pun sangat khas makanan kampung Jogja – Lele Asap yang digoreng, memang agak kering dan cenderung keras tapi rasa asapnya luar biasa, bikin rindu kampung halaman saya di Bantul. Paru Ketumbar pun wajib dicoba – gorengan paru kering yang ditaburi osengan ketumbar. Hmmm nikmat disantap dengan nasi dan sambal tempe. Buat pecinta Duren, ada Bubur Duren hangat sebagai dessert juga di Warung Bu Ageng.
Warung Masakan Omah Bu Ageng. Jl. Tirtodipuran 13. 11:00 – 23:00 (untuk grup sebaiknya reservasi dulu).

Warung Bu Ageng Facade Warung Bu Ageng
3. Sate Klathak Pak Pong
Letaknya di Imogiri, Sate ini memang harus dicoba karena hits, legendaris, bikin ketagihan sekaligus melatih kesabaran. Jangan kaget kalau harus menunggu 2 JAM untuk pesanan datang! Saya bukan penggemar Sate Kambing makanya sempat bingung karena disini tidak ada menu yang bukan daging Kambing. Hanya ada Sate, Tongseng, Tengkleng dan Sup. Tapi untung saya coba, kalau engga wah nyesel deh. Saya pesan Tongseng Kambing dan Sate Kambing. Satenya per porsi hanya 2 tusuk, tusukannya unik yaitu dari besi (konon asalnya dulu dari besi roda sepeda). Sate Kambingnya dijamin – tidak bau prengus dan empuk sekali. Juicynya seperti daging domba import lho. Saya menyesal kenapa cuma pesan 1 porsi. Hahahha. Tapi jangan khawatir, 2 tusuk ini pun sudah mengenyangkan karena potongan dagingnya super tebal. Tusukan besinya pun bikin daging matang ke dalam dengan sempurna. Bumbu yang minimalis bikin rasa dagingnya semakin menonjol. Tongseng Kambingnya juga enak, tapi tetap Satenya yang juara! Supaya terasa semakin otentik Jogja, coba pesan minuman Teh Panas Manis yang disajikan dengan gula batu. Awas ketagihan!
Sate Klathak Pak Pong. Jl. Imogiri Timur Km 10. 09:00 – 23:30.
Sate Klathak 1
4. Kopi Klotok
Untuk yang tinggal di kota, bisa makan di tengah hamparan sawah pasti jadi pengalaman menarik. Di Kopi Klotok ini kita ibarat ‘numpang makan’ di rumah di tengah sawah. Kenapa? Karena Kopi Klotok ini benar-benar rumah yang di dapurnya disajikan baskom-baskom besar berisi lauk dan sayur. Sistemnya self service, tidak ada nampan, hanya tumpukan piring dan sendok garpu. Untuk sayurnya mayoritas Sayur Lodeh – Lodeh Kluwih, Lodeh Terong, Lodeh Tempe Lombok Ijo. Ada juga Sayur Asem. Lauknya ada Tempe Garit, Telor Krispi, Tahu Bacem. Jangan lupa pesan Pisang Goreng dan Kopi Hitamnya. Buat Nasi dan Sayur, boleh ambil sepuasnya di piring masing-masing, tetap dihitung 1 porsi. Sayur Lodeh Kluwihnya agak pedas, tapi santannya cenderung ‘kalem’ – tidak terlalu kental dan bumbunya terasa lebih dominan sehingga gurihnya pas. Coba makan dengan Tempe Garit, makin nikmat. Tempe Garit ini lebih tipis dan sangat gurih, sering disajikan di masakan rumahan Jogja. Rasanya? Beda dengan tempe di ibukota. Hahaha. Jagoan lain adalah Telor Krispi. Telor dadar kering yang super garing. Kriuknya bikin ketagihan, sampai-sampai antrian Telor Krispi dibuat terpisah dari antrian nasi dan sayur. Terakhir, coba tutup dengan minum Kopi Hitam khas Kopi Klotok. Pertama coba, bikin langsung melek! Kopinya kuat tapi rasanya menenangkan. Apalagi minumnya sambil memandang hamparan sawah.
Kopi Klotok. Jl. Kaliurang Km 16. 06:30 – 22:00

Kopi Klothok 2Kopi Klothok 3Kopi Klothok
5. Bakmi Jowo Mbah Gito
Ke Jogja pasti harus coba Bakmi Jowo, banyak sekali resto Bakmi Jowo yang bisa dipilih, dan biasanya semakin lokasinya menjauh dari kota rasanya semakin aseli dan otentik. Semua warung dan resto Bakmi Jowo punya ciri yang sama: antrinya lama. Kenapa? Karena dimasaknya dengan arang dan biasanya yang masak hanya 1-3 orang tergantung besar restonya. Bakmi Mbah Gito terletak di Kotagede, interior restonya dari kayu dan banyak signage yang lucu dan nyeleneh khas Jogja. Bakminya hanya Bakmi Kuning. Bisa pilih Bakmi Godog atau Bakmi Goreng. Biar ga penasaran, coba lah dua-duanya. Seporsi Bakmi isinya bakmi kuning, suwiran ayam, telur, kol dan daun bawang. Saya lebih suka Bakmi Gorengnya karena lebih ‘miroso’, Bakmi Godognya cenderung manis. Kuahnya seperti ada campuran udang keringnya. Acar timun pendampingnya pun sangat manis. Acarnya baru terasa enaknya setelah dimakan bersamaan dengan bakmi dan kuahnya. Untuk Bakmi Gorengnya rasanya lebih mantap dan ‘lebih Jogja’. Jujur, ini bukan bakmi jowo terbaik yang saya coba. Di kampung banyak yang lebih enak dan asli dari segi rasa. Tapi, ga salah donk kalau cobain makan disini supaya tidak penasaran!
Warung Bakmi Jowo Mbah Gito. Jl. Nyiageng Nis 9 Rejowinangun. 11:00 – 23:00.
Mbah Gito 2Mbah Gito 1Mbah Gito Facade
Nah itu dia 5 kuliner asli Jogja yang patut dicoba! Harap bersabar ketika menunggu antrian, nikmati suasana kota dan kampung di Jogja dengan hati bahagia. Ajak teman dan keluarga tercinta supaya semakin berkesan 🙂
Yuk mlaku mlaku neng Jogja!

5 Things to do in Singapore on (EXTRA) low budget

There’s always something for everyone in Singapore. Apart from the fact that the city is safe, easy to get around and clean.

Here are 5 Things to do in Singapore with an extra tight budget (even tighter than Kim Kardashian’s dress 😀 #kidding).

1.Opt for a low budget stay

Beary Best! hostel is always in my top list when looking for budget accommodation in Singapore (with super friendly staffs and lots of teddy bears 😀 ). For SGD 30/bed/night in ‘6 bed mixed dorm’ we can get all the facilities: 24 hours coffee, tea & hot chocolate (this always be my life saver when running out of budget 😀 ), free WiFi, breakfast (toast, cereals, orange slices, milk – don’t forget to wash your own dishes), and of course comfortable and spacious bed.
The hostel is located just across MRT Station Chinatown exit F. For a video on how to get there, view this link https://youtu.be/ooIq3QNZMg4

Address: 16 Upper Cross Street – Nearest MRT: Chinatown – 24 Hours reception

bearybesthostel.com

20161204_215018  20161206_113939

2. Buy Singapore Tourist Pass

The Singapore Tourist Pass offers tourists unlimited travel on Bus and MRT trains. The 3 Days Pass costs SGD20 with additional of SGD10 refundable deposit. Buy and return the pass at Ticket Offices to get the deposit back. Remember that this pass is not valid for Sentosa train (check out no.5). Before buying the pass please check on the Ticket Offices’ location and opening hours in this link https://www.thesingaporetouristpass.com.sg/singapore-tourist-pass-faqs/#6

card1

3. Eat like locals – aim for hawker foods!

If you (seriously) want to keep your budget tight when visiting Singapore, aim for the hawker foods! For this trip I set a budget of SGD4 per meal and believe me it is totally possible 😀 Singapore has plenty choices of delicious and affordable local food. The perks of staying at Beary Best! hostel: it is very close to the Chinatown Complex Market & Food Centre – one of the best and cheapest hawker food centre. Try the economical beehoon at Chang Ji Gourmet that cost only SGD1! At first glance the portion might looks small but when you start to eat it, you can see it’s actually enough to make you full 😀

These are some hawker food centres that can be included in your itinerary (i chose these from long list of hawker centres because they are the nearest to MRT Station):

  • Chinatown Complex market & Food Centre: MRT Station Chinatown, try Ye Ji Cooked Food for a portion of Economy Rice as low as SGD2 or Chang Ji Gourmet for Economy Beehoon, SGD1 only.
  • Maxwell Food Centre: MRT Station Chinatown, try Fuzhou Oyster Cake for SGD2 or Zhong Guo Jie Peanut Soup for SGD1, or the famous Tian Tian and Ah Tai Hainanese Chicken rice (but be patient with the queue).
  • Tiong Bahru Market: MRT Station Tiong Bahru, try the Tiong Bahru Fried Kwayteow for SGD2 and don’t forget the Jian Bo Chwee Kueh.
  • Albert Centre: MRT Station Bugis, just behind the Bugis Market; try the Li Fang Porridge (the fish porridge is DA BOMB!)
  • and last but not least:  Changi Airport Staff Canteen 🙂 for (still) a budget meal before and after your flight. You can find the Staff Canteen at T2 rooftop parking, it’s open for public, clean, lots of food choices with (of course) affordable price.

20161204_081832  20161205_091609  20161205_085304

 

4. Morning run around Marina Bay Sands and end in Merlion

So I found the easiest, cheapest and most practical way to visit the ‘MUST SEE’ (and ‘MUST TAKE SELFIE’) places in Singapore: morning run! Plan for an easy morning run – start from the Marina Bay Sands (alight at MRT Station Bayfront and head towards the outside of the MBS mall building), pass the Louis Vuitton Island, Art & Science Museum, Helix Bridge, Youth Olympic Park, Esplanade, The Fullerton, and ends at Merlion. If you start early in the morning, you can even see the sun shines at the back of Marina Bay Sands from the Youth Olympic Park. Another perk of visiting earlier is there will be not so many tourists who will easily make your Merlion selfie fails 😀 There is no locker nor shower here so I just brought my phone and money in a Spibelt. Check out this link for the run course map: http://www.justrunlah.com/running_route/marina-bay/

20161205_070412  20161205_072706  20161205_073408

 

5. Special offer Universal Studio Singapore (plus bring takeaway lunch)

A trip to Universal Studio Singapore can be the biggest lump in your budget plan — BUT there are few hacks that you can do to reduce and cut down the budget!

First

Tips for going to Sentosa for FREE: go through Sentosa Boardwalk; head to VIVO City Ground Floor and look for the Sentosa Boardwalk signage, you can use the travelator to walk to Sentosa without paying SGD4 for the Sentosa Express train. The plus point is you can take beautiful selfies along the boardwalk, which is facing the harbour and surrounded by tropical landscapes. Just walk straight and follow the direction to Universal Studio.

Second

Look for special offer! Plan your trip ahead and look for special offer from market place websites, travel agents or (your country’s) local ticket agent. I bought at a tourist agent in Indonesia which was around 10 dollars cheaper than the published rate. Awesome laah…

Third

Bring takeaway lunch 🙂 remember the Economy Rice i mentioned before? Buy Economy Rice for takeaway (if you want you may also bring your own lunchbox kit for a more convenient lunch time), bring some mineral water and bottled drinks and put them in the locker (SGD15 – the locker is quite spacious so you can share with friends and share the cost as well) before you enter the USS entrance gate. You can open the locker and lock it again at anytime. This can cut down your cost up to SGD20 and you can still have a decent meal.

SO…with all those 5 hacks, I managed to keep my last trip to Singapore (4 days 3 nights) at an extra low budget. We spend IDR 3,000,000 (around SGD 323) which already includes flight (Air Asia), accommodation (Beary Best! hostel), Universal Studio Singapore, Singapore 3 days Tourist Pass, visiting (almost) all the tourist objects (Merlions, Gardens by the Bay, Marina Bay Sands mall, USS, Siloso Beach, Art Science Museum, Haji Lane, Kampong Glam, shopping at Bugis market, Orchard, etc.).

Not bad at all! 😀

 

 

Seneng Banget Makan di: SEMARANG, Jawa Tengah

Liburan ke Semarang, enaknya makan apa ya? Itu pertanyaan pertama saya ketika saya dan teman-teman akhirnya secara dadakan memutuskan ke Semarang setelah pulang dari wisata Dieng. (Sedikit foto dari kawasan wisata Dieng dan sekitarnya boleh yah..buat teaser :D)

image

image

image

image

image

Nah, berhubung kita hanya mampir sebentar ke Semarang, langsung deh kita cari-cari tempat makan yang sudah pasti dijamin enak 😀 supaya tidak mengecewakan.

SARAPAN: Oke kita mulai dengan makanan yang enak buat sarapan di Semarang. Teman kita yang memang penghuni Semarang ngotot ngajak makan pecel. Saya sih jujur ga begitu semangat karena ga terlalu suka pecel. Tapi ya sudah deh yuk kita coba!

Kita diajak ke Pecel Bu Sumo di Jl. Kyai Saleh No.8. Tempatnya kecil, dan di depannya tampak beberapa ibu sibuk bersihin daun bayam bahan utama si pecel. Jadi ternyata kalau mau makan di Pecel Bu Sumo ini kita bisa pilih Nasi Pecel Komplit (isi rebusan bayam, kacang panjang, kol dan tauge lengkap dengan saus kacang encer; buat yang ga suka salah satu sayur ini bisa bilang ke Mas-nya) dan bisa tambah lauk yang ada di lemari kaca.

image

Pilihan lauknya cukup lengkap mulai dari Telor Ceplok, Telor Pindang, Iso, Sate Jamur Tiram, Pepes Kakap, dan lain-lain. Selain lauk, kita juga bisa tambah gorengan yang tersedia di meja. Pilihan saya jatuh ke Nasi Pecel Komplit dengan Telor Pindang dan Sate Jamur, plus tempe goreng (mendoan) dan krupuk putih.

image

Jujur awalnya saya memang ga terlalu suka Pecel karena berdasarkan pengalaman, bumbu pecel itu pedas dan bau kencur. Nah saya cobain aja deh langsung Pecel Bu Sumo ini. Dan..oh…ternyata…Pecelnya ini ENAK BANGET! Bumbu kacangnya encer ga terlalu pedas (kalau mau pedas bisa tambah sambel) dan yang penting ga terlalu berbau kencur, sayurnya bersih dan segar, gorengannya renyah dan saya juga suka sate jamurnya. Beberapa suap, saya pun langsung minta tambah nasi dan tambah bumbu kacang. Jujur, ini adalah pertama kalinya saya suka Nasi Pecel Sayur, bahkan bisa sampe ketagihan 😀


image

MAKAN SIANG: jam makan siang di Semarang kalau menurut saya ada 1 hal yang amat sangat dibutuhkan: ES atau MINUMAN DINGIN. Semarang panasnya luarrr biasa 😀 Kita pun diajak teman ke Segitiga Erlangga yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari Simpang Lima. Disana kita bisa makan Tahu Gimbal Pak Rahmat khas Semarang dan cobain Es Duren!

image
image
image

image

image

Apa itu Tahu Gimbal? Tahu Gimbal kurang lebih seperti Kupat Tahu Magelang. Hanya saja Tahu Gimbal isinya adalah tahu putih goreng, gimbal (bakwan udang), lontong, telor ceplok, toge, kol, bumbu kacang dan kerupuk. Tahu Gimbal Pak Rahmat ini memang benar enak, pantesan rame 😀 tapi buat yang ga bisa makan pedas sebaiknya minta jangan yang pedas. Kalau makan disini jangan lupa minta tambahan kerupuk buat ngabisin bumbu kacangnya 😀 sebagai pasangan Tahu Gimbal kita pesen juga Es Duren. Mantap!!


image

NGOPI SORE: di Semarang sekarang ada 1 cafe baru yang sedang hits dibicarakan, yaitu Nestocology. Sang owner, Chef Ernest, adalah putra dari Ibu Anne Avantie designer Indonesia yang super kondang itu. Nah kalau mau ke Nestcology bisa langsung ke daerah Semarang atas, nanti lokasinya dekat Universitas Bank Mandiri.

image

image

image

Nestcology punya ciri khas yaitu bangunannya hitam dan berinterior kayu, lengkap dengan detail dekor yang wow..sophisticated 🙂 untuk ngopi sore paling enak pilih tempat di lantai 2.

image

Untuk pecinta kopi, jangan khawatir kalau kesini. Nestcology is one of the best and trusted places that you can go to for coffee reference and tasting. Pilihan kopi di buku menunya mungkin terlihat ga banyak, tapi coba deh minta barista disana untuk kasih option dan jelaskan macam-macam minuman kopi disana. Pilihannya wow banyak banget! Setelah mendengar penjelasan dari sang barista, kita mengorder Kopi Tiwus dengan metode pembuatan V60 dan Kopi Bali Rasuna dengan metode pembuatan Syphon.

image

image

image

image

Jujur saya sih salut dengan owner dan barista disini karena mereka memang benar-benar paham soal kopi. Oke datanglah pesanan kita. Buat metode Syphon, prosesnya cukup unik. Bubuk kopi dimasukkan ke bagian atas alat Syphon, sementara di bawahnya ada air yang dipanaskan dengan api. Kelebihan metode Syphon ini adalah flavor minuman kopi yang dihasilkan menjadi lebih kuat dan body-nya pun lebih bold. Sementara itu si kopi Tiwus yang dibuat dengan proses V60 memang terkesan lebih mild dan tidak terlalu kuat flavornya. All in all, Nestcology sangat recommended untuk pecinta kopi yang lagi jalan-jalan ke Semarang 🙂


image

MAKAN MALAM: kemarin ini kita menginap di salah satu hotel budget di dekat Simpang Lima Semarang. Namanya Hotel Sumi; hanya dengan 320.000/malam kita sudah bisa dapat kamar yang cukup nyaman. Nah dekat hotel pun banyak tempat makan yang seru. Salah satunya adalah kawasan Pujasera Simpang Lima, yang mengelilingi 4 sisi kawasan Simpang Lima. Pilihannya banyak banget! Tapi malam ini pilihan kita jatuh ke Nasi Ayam Bu Widodo. Mulai buka dari jam 9 malam, Nasi Ayam ala lesehan ini benar-benar banyak peminatnya. Nasi Ayam Semarang ini kurang lebih mirip dengan Nasi Liwet Solo. Nasi, disiram dengan sayur pepaya muda, ayam suwir, areh, sambel krecek, telur pindang dan ayam kuning (bisa pilih dada, paha, kepala, ceker). Jangan lupa beli krupuk putih juga biar tambah mantep. Nasi Ayam ini rasanya bisa dibilang ‘santai’ 😀 santannya ga terlalu kental, rasa keseluruhan makanan juga bisa dibilang tidak terlalu kuat tapi pas, gurih, asin, sedikit manis, nyamleng lah pokoknya 😀  Nasi Ayam Bu Widodo ini adanya di kawan wisata kuliner Pujasera Simpang Lima (dekat McD).

image

image

image

image

Berhubung kita ga ada kenyangnya, selesai makan Nasi Ayam Bu Widodo kita langsung cobain seafood, masih di kawasan Simpang Lima. Disini banyak banget pilihan Seafood, tapi kalau ke Semarang saran saya jangan lupa makan Srimping goreng. Kerang yang yah kurang lebih mirip-mirip Scallop lah kalo di restoran 😀 biar tambah puas bisa juga pesen Kerang Dara goreng.
image

image

image

OLEH-OLEH : sebelum pulang boleh dong belanja oleh-oleh dulu. Nah kalau ke Semarang kalau menurut saya sih yang mesti dibawa untuk oleh-oleh adalah Bandeng Presto Juwana, Mochi Gemini, Tahu Bakso dan Lumpia Semarang. Dimana belinya?? Banyak!! 😀 di Semarang kotanya sendiri ada beberapa tempat Bandeng Juwana (selain bandeng jual oleh-oleh yang lain juga). Kalau ga sempet beli, jangan sedih, di airport juga ada 😀

Selesai sudah acara wiskul kita di Semarang. Menyenangkan dan mengenyangkan sekali lohhh 😀

Seneng Banget Makan di: Sangkan Hurip 2 PUNCLUT Bandung

image

Kalau suka hangout di Bandung pasti tau donk daerah PUNCLUT. Punclut, atau Puncak Ciumbuleit, adalah daerah di utara Bandung yang (katanya) disukai penduduk lokal maupun turis karena udaranya yang dingin dan banyak terdapat deretan resto Sunda ala lesehan.

image

Ketika sampai di Punclut saya langsung bingung karena banyak sekali pilihan resto lesehan dan kalau menurut saya sih..menunya sama semua! 😀 tapi ternyata ada sedikit tips dari teman yang sudah sering ke sana: cobain makan di resto Sangkan Hurip 2. Tempatnya luas, terang dan lebih bersih.

image

image

image

Saat masuk ke resto ini kita akan langsung bertemu sederet lemari kaca yang penuh akan berbagai macam lauk, mulai dari aneka pepes, belut goreng, tahu tempe, sampai si ‘harum’ jengkol.

Disini kita juga bisa memilih nasi antara Nasi Putih, Nasi Merah dan Nasi Hitam. Untuk sambal dan lalap pun juga tersedia, atau bisa juga kalau kita lebih tertarik untuk memesan Sayur Asam.

Tapi sedikit tips dari saya kalau kesini di weekend, harap sabar karena resto ini sangat besar dan ramai dipenuhi ABG Bandung tapi sayangnya staff yang melayaninya terlalu sedikit, jadi kalah jumlah. Ada baiknya juga kita tunggu sampai pasti semua pesanan disiapkan karena kalau tidak, bisa jadi si kasir lupa sama pesanan kita.

image

image

Saya dan teman-teman memesan Nasi Hitam, Tahu, Tempe, Ayam Goreng, Babat Goreng, Ikan Jambal Roti, Belut Goreng, Lalap, Sayur Asem dan..banyak lagi yang lainnya 😀

Setelah menunggu cukup lama pesanan kita mulai datang satu per satu. Untuk rasa makanannya menurut saya standar makanan Sundaan. Tapi sayangnya Sayur Asem disini bumbunya kurang mantap.

image

Tapi yang seru dari makan disini adalah pilihan lauk kita tadi itu akan digoreng lagi, jadi deh makannya panas-panas 😀 dan yang bikin lebih seru lagi sih sebenarnya kalau kesini sama teman-teman. Makan lesehan, heboh pake acara kepdesan rame-rame. Habis makan bisa santai selonjoran 😀