Seneng Banget Makan di: MOCKINGBIRD Fine Dining, Pondok Indah

MOCKINGBIRD: THE MOST AFFORDABLE FINE DINING IN THE WORLD

MOCKINGBIRD Fine Dining (photo courtesy to @cupcakes_co)

MOCKINGBIRD Fine Dining (photo courtesy to @cupcakes_co)

Kalau bicara soal Fine Dining, yang terbayang pasti makan di hotel atau resto super mewah dengan harga super mahal. Dan jujur, kalau saya pribadi sih kalau diajak makan fine dining masih agak jiper alias takut gimana gitu. When we’re talking about fine dining, first thing first you need to be able to afford the price! Maharani booo alias mahal! Second: you need to know what you’re going to eat! Ih, makanan fine dining kan aneh2 ya, porsi kecil harga mahal. Third: kalau saya mau makan fine dining, dateng ke restorannya pake baju apa donk, trus nanti makannya harus hafal table manner gitu?

MOCKINGBIRD Fine Dining (photo courtesy to @mockingbird_jkt)

MOCKINGBIRD Fine Dining (photo courtesy to @mockingbird_jkt)

Eits jangan sedih dulu 😀 ada kabar gembira untuk kita semua ni! Sekarang buat cobain makanan fine dining kita tidak perlu pusing kepala, karena sekarang ada MOCKINGBIRD Fine Dining yang belum lama ini buka di Pondok Indah. MOCKINGBIRD mengusung tagline: The Most Affordable Fine Dining in The WORLD. Nah lho, saya jadi penasaran deh.

20150704_194308

Kalau mau ke MOCKINGBIRD ini gampang banget, dia ada di Jl. Raya Pondok Indah, sebelum PIM kalau dari arah Lebak Bulus, sebelah kanan jalan. Bangunannya warna putih jreng, kontras dengan warung kaki lima di sekitarnya, tempatnya mungil tapi kesannya sangat clean dan minimalis. Di dalamnya hanya cukup sekitar 24 pax, jadi kalau mau kesini mending reserve jauh2 hari ya.

20150704_194241  20150704_194253

MOCKINGBIRD hanya menyajikan 3 set menu makanan yang akan diganti tiap 3 bulan. Set makanannya ada: UNDERWATER FIREWORKS Rp 98,000 (seafood), THE FLYING GOAT Rp 120,000 (lamb), dan COW ME TO THE MOON (beef) Rp 170,000. Masing-masing adalah 3 set menu alias ada appetizer, main course dan dessert.

Karena saya pecinta red meat, saya pilih untuk coba 2 set menu, yaitu THE FLYING GOAT dan COW ME TO THE MOON. Apalagi ini bulan puasa, penting banget lho makan daging merah, biar ga lemes selama puasanya 🙂

Yuk kita lihat menunya satu per satu:

FLYING GOAT >> Appetizer: Twice Cooked Chicken Wings, Main: Tandoori Roasted Lamb Rack, Dessert: Lemon Tart

COW ME TO THE MOON >> Appetizer: Wagyu Beef Tartar, Main: Angus Beef Tenderloin 100gr, Dessert: Creme Brulee

2015-07-10-13-25-08_deco

Saya pertama cobain set menu Cow Me to The Moon. Appetizernya ini sebenarnya yang bikin saya agak deg-degan 😀 Karena Beef Tartar itu terbuat dari raw beef alias daging sapi mentah, yang dipotong kecil-kecil lalu diberi bumbu. But it’s ok, mari kita coba! Wagyu Beef Tartar disajikan bersama poach duck egg dan cheddar cheese stick. Wow! Ternyata rasanya benar-benar tidak mengecewakan. Pertama tentu saja karena bahan utamanya adalah Wagyu Beef, yang memang super tender and flavourful. Berpadu dengan poach duck egg rasanya benar-benar meleleh di mulut. Apalagi kalau setelah itu kita tambahin cheddar cheese stick-nya. Perpaduan yang luar biasa! Thumbs up for this appetizer! Oia sekilas info saja, daging Wagyu adalah daging yang berasal dari sapi Wagyu, yaitu sapi yang memang secara genetik berbeda dan memang dari sananya dagingnya cenderung akan lebih empuk, bisa ditandai dengan marbling lemak daging yang putih-putih seperti marmer itu lho 🙂

2015-07-10-13-23-35_deco

Next main coursenya adalah 100gram Angus Beef Tenderloin (Angus beef bisa dibilang ‘adiknya’ Wagyu beef kalau secara tenderness), disajikan bersama mashed potato dan swiss brown mushroom. Menu ini ternyata bukan hanya cantik di luar tapi rasanya juga..wow banget! Beefnya tender, pas banget ketemu dengan red wine jus (red wine yang direduce untuk menjadi saus beef steaknya), dan pesan saya kalau cobain makanan ini, harus sekaligus dimakan sama pelengkapnya yaitu porcini cream swiss brown mushroom dan caramellized shallots. It’s a perfect combination! They all really complement each other lah pokoknya 😀

2015-07-10-13-28-50_deco

Sebelum ke dessert saya mau cobain set menu yang satu lagi: FLYING GOAT. Appetizernya adalah Twice Cooked Chicken Wings. Rasanya enak tapi kalau menurut saya masih kalah unik dengan si Beef Tartar 😀 yah pendapat saya agak bias sih kalau sudah bicara beef, so excuse me 😀 Langsung deh masuk ke main coursenya Tandoori Roasted Lamb Rack, yang disajikan bersama eggplant salad dan roasted potatoes. Lamb Rack adalah daging domba muda deket tulang iga situ 😀 I kinda like the combination, rasa Indian spicesnya cukup ok, tapi sayang kalau menurut saya aroma Lambnya kuat sekali. However, it is a nice combination between the lamb rack and the sides tho.

2015-07-10-13-26-50_deco  2015-07-10-13-19-47_deco

Oke lah sekarang waktunya ditutup dengan dessert. Untuk dessert kita bisa pilih dari desserts of the day yang ada. Waktu itu ada pilihan Lemon Tart dan Creme Brulee. Untuk dessertnya sendiri saya lebih menjagokan si Lemon Tart. Di bawahnya ada lemon tart dengan tekstur yang lembut, di atasnya ada cream yang dipanaskan sehingga caramellized. It is so fresh and it really completes our dining experience today!

All in all, buat yang mau dinner kece dan enak tapi ga mau pusing pas bayar bill, bisa langsung cobain MOCKINGBIRD. Tapi inget ya, sebaiknya reservasi dulu apalagi tempat ini lagi hitz banget kan sayang kalau kita ga dapet tempat 😀

MOCKINGBIRD Fine Dining: Jl. Raya Metro Pondok Indah BC, 087882756850, Tuesday – Sunday 6PM-closed, Payment: Cash/Debit/Credit

Instagram: @mockingbird_jkt

Advertisements

2 thoughts on “Seneng Banget Makan di: MOCKINGBIRD Fine Dining, Pondok Indah

  1. haihaiii 🙂 terimakasih untuk pertanyaannya. Saya akan jawab sepengetahuan saya yah, monggo kalau mau dicari jawaban dari source lain. Biasanya dalam proses memasak, red wine di reduce sampai hampir habis. Disini terjadi proses yang disebut Flambee, dimana wine dipanaskan dan mengeluarkan api di pancinya. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan kadar alcohol dari wine sehingga yang tertinggal hanya sarinya saja. Untuk kadar alkoholnya yang tersisa berapa atau hilang atau tidak, itu tidak bisa dijawab dengan pasti karena tidak bisa diukur secara akurat. Jadi untuk masalah Halal atau tidaknya mungkin saya tidak bisa jawab. Sebenarnya red wine jus yang paling bagus adalah yang kadar alkoholnya sudah habis, tapi kembali lagi ini tidak bisa diukur secara akurat selama proses memasak. Hope this answers your question yah 😉 terimakasih sudah mampir ke blog kita

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s