Seneng Banget Makan di JOGJA: 5 kuliner asli Jogja yang harus kamu coba

Kuliner Asli Jogja yang Harus Kamu Coba

Udah pernah coba kuliner apa aja di Jogja? Di Jogja ternyata bukan cuma Gudeg lho. Banyak makanan otentik Jogja yang patut dicoba juga. Antara lain 5 kuliner di bawah ini:

1. Lumpia Samijoyo
Kalau lagi jalan-jalan di Malioboro, selain beli oleh-oleh, coba mampir ke Lumpia Samijoyo. Lokasinya di deretan Ramayana Malioboro, depan deretan toko dekat Hotel Mutiara. Lumpia ini cukup terkenal – rasanya enak dan harganya pun bersahabat. Ada 2 jenis yang bisa kita pilih, Lumpia Ayam atau Lumpia Spesial (isi Ayam dan Telur Puyuh). Per potongnya hanya 4.000 & 4.500 rupiah (ini harga di akhir 2017). Di harga segitu kita dapat lumpia yang besar dan isinya pun padat, dengan kulit yang crispy. Isiannya ada suwiran ayam, sayur (toge & wortel) & telur puyuh. Jangan lupa kasih topping parutan lobak & bawang putih. Lumpia Samijoyo ini khas Jogja, sedikit beda dengan Lumpia Semarang karena tidak ada isian rebung. Dan memang tidak dijual dalam bentuk basah. Jangan kaget kalau kesini dan antriannya panjang. Pelayanannya cepat kok. Sambil tunggu lumpia pesanan digoreng, kita bisa menikmati suasana di Malioboro.
Lumpia Samijoyo. Jl. Malioboro no. 18. 8:00 – 21:00.

Lumpia Samijoyo

2. Warung Bu Ageng
Rumah makan milik seniman Butet Kertaredjasa ini ternyata punya makanan yang..wah ngangeni! Saya sempat pesimis ketika diajak kesini, jangan-jangan hanya karena lagi populer di film AADC2 terus makanannya biasa aja. Sampai pada akhirnya saya coba menu Nasi Campur disana. Ada berbagai macam pilihan topping untuk Nasi Campurnya. Ada Paru Ketumbar, Lele Njingkring, Lidah Semur, Ayam Suwir, Terik Daging Sapi. Nasi Campurnya sendiri sudah default, ada kering kentang, sambal tempe kacang panjang, suwiran tuna dan kerupuk gendar. Saya paling terkesan dengan Lidah Semur karena lidah sapinya dimasak sampai empuk dan bumbu semurnya meresap ke dalam. Lele Njingkringnya pun sangat khas makanan kampung Jogja – Lele Asap yang digoreng, memang agak kering dan cenderung keras tapi rasa asapnya luar biasa, bikin rindu kampung halaman saya di Bantul. Paru Ketumbar pun wajib dicoba – gorengan paru kering yang ditaburi osengan ketumbar. Hmmm nikmat disantap dengan nasi dan sambal tempe. Buat pecinta Duren, ada Bubur Duren hangat sebagai dessert juga di Warung Bu Ageng.
Warung Masakan Omah Bu Ageng. Jl. Tirtodipuran 13. 11:00 – 23:00 (untuk grup sebaiknya reservasi dulu).

Warung Bu Ageng Facade Warung Bu Ageng
3. Sate Klathak Pak Pong
Letaknya di Imogiri, Sate ini memang harus dicoba karena hits, legendaris, bikin ketagihan sekaligus melatih kesabaran. Jangan kaget kalau harus menunggu 2 JAM untuk pesanan datang! Saya bukan penggemar Sate Kambing makanya sempat bingung karena disini tidak ada menu yang bukan daging Kambing. Hanya ada Sate, Tongseng, Tengkleng dan Sup. Tapi untung saya coba, kalau engga wah nyesel deh. Saya pesan Tongseng Kambing dan Sate Kambing. Satenya per porsi hanya 2 tusuk, tusukannya unik yaitu dari besi (konon asalnya dulu dari besi roda sepeda). Sate Kambingnya dijamin – tidak bau prengus dan empuk sekali. Juicynya seperti daging domba import lho. Saya menyesal kenapa cuma pesan 1 porsi. Hahahha. Tapi jangan khawatir, 2 tusuk ini pun sudah mengenyangkan karena potongan dagingnya super tebal. Tusukan besinya pun bikin daging matang ke dalam dengan sempurna. Bumbu yang minimalis bikin rasa dagingnya semakin menonjol. Tongseng Kambingnya juga enak, tapi tetap Satenya yang juara! Supaya terasa semakin otentik Jogja, coba pesan minuman Teh Panas Manis yang disajikan dengan gula batu. Awas ketagihan!
Sate Klathak Pak Pong. Jl. Imogiri Timur Km 10. 09:00 – 23:30.
Sate Klathak 1
4. Kopi Klotok
Untuk yang tinggal di kota, bisa makan di tengah hamparan sawah pasti jadi pengalaman menarik. Di Kopi Klotok ini kita ibarat ‘numpang makan’ di rumah di tengah sawah. Kenapa? Karena Kopi Klotok ini benar-benar rumah yang di dapurnya disajikan baskom-baskom besar berisi lauk dan sayur. Sistemnya self service, tidak ada nampan, hanya tumpukan piring dan sendok garpu. Untuk sayurnya mayoritas Sayur Lodeh – Lodeh Kluwih, Lodeh Terong, Lodeh Tempe Lombok Ijo. Ada juga Sayur Asem. Lauknya ada Tempe Garit, Telor Krispi, Tahu Bacem. Jangan lupa pesan Pisang Goreng dan Kopi Hitamnya. Buat Nasi dan Sayur, boleh ambil sepuasnya di piring masing-masing, tetap dihitung 1 porsi. Sayur Lodeh Kluwihnya agak pedas, tapi santannya cenderung ‘kalem’ – tidak terlalu kental dan bumbunya terasa lebih dominan sehingga gurihnya pas. Coba makan dengan Tempe Garit, makin nikmat. Tempe Garit ini lebih tipis dan sangat gurih, sering disajikan di masakan rumahan Jogja. Rasanya? Beda dengan tempe di ibukota. Hahaha. Jagoan lain adalah Telor Krispi. Telor dadar kering yang super garing. Kriuknya bikin ketagihan, sampai-sampai antrian Telor Krispi dibuat terpisah dari antrian nasi dan sayur. Terakhir, coba tutup dengan minum Kopi Hitam khas Kopi Klotok. Pertama coba, bikin langsung melek! Kopinya kuat tapi rasanya menenangkan. Apalagi minumnya sambil memandang hamparan sawah.
Kopi Klotok. Jl. Kaliurang Km 16. 06:30 – 22:00

Kopi Klothok 2Kopi Klothok 3Kopi Klothok
5. Bakmi Jowo Mbah Gito
Ke Jogja pasti harus coba Bakmi Jowo, banyak sekali resto Bakmi Jowo yang bisa dipilih, dan biasanya semakin lokasinya menjauh dari kota rasanya semakin aseli dan otentik. Semua warung dan resto Bakmi Jowo punya ciri yang sama: antrinya lama. Kenapa? Karena dimasaknya dengan arang dan biasanya yang masak hanya 1-3 orang tergantung besar restonya. Bakmi Mbah Gito terletak di Kotagede, interior restonya dari kayu dan banyak signage yang lucu dan nyeleneh khas Jogja. Bakminya hanya Bakmi Kuning. Bisa pilih Bakmi Godog atau Bakmi Goreng. Biar ga penasaran, coba lah dua-duanya. Seporsi Bakmi isinya bakmi kuning, suwiran ayam, telur, kol dan daun bawang. Saya lebih suka Bakmi Gorengnya karena lebih ‘miroso’, Bakmi Godognya cenderung manis. Kuahnya seperti ada campuran udang keringnya. Acar timun pendampingnya pun sangat manis. Acarnya baru terasa enaknya setelah dimakan bersamaan dengan bakmi dan kuahnya. Untuk Bakmi Gorengnya rasanya lebih mantap dan ‘lebih Jogja’. Jujur, ini bukan bakmi jowo terbaik yang saya coba. Di kampung banyak yang lebih enak dan asli dari segi rasa. Tapi, ga salah donk kalau cobain makan disini supaya tidak penasaran!
Warung Bakmi Jowo Mbah Gito. Jl. Nyiageng Nis 9 Rejowinangun. 11:00 – 23:00.
Mbah Gito 2Mbah Gito 1Mbah Gito Facade
Nah itu dia 5 kuliner asli Jogja yang patut dicoba! Harap bersabar ketika menunggu antrian, nikmati suasana kota dan kampung di Jogja dengan hati bahagia. Ajak teman dan keluarga tercinta supaya semakin berkesan 🙂
Yuk mlaku mlaku neng Jogja!

Advertisements