Seneng Banget Makan di New York City, USA

 Jalan-jalan ke New York City (NYC) adalah salah satu ‘bucket list’ saya dalam hidup. Di 2019 ini akhirnya kesampaian juga kesana. Yang menjadi masalah adalah, ‘living cost’ di Amerika (terutama di kota besar seperti NYC) sangat mahal. Jadi ketika saya disana, pasti harus pintar-pintar cari tempat makan yang murah tapi yang dijamin enak. Supaya tidak rugi dan tetap kenyang. Hehehe 😊

Ini dia 8 tempat makan wajib coba di New York City, yang ramah di kantong.

1.       Carlo’s Bake Shop

Pilihan cake di Carlo’s Bake Shop

Carlo’s Bake Shop menurut saya jadi salah satu tempat yang wajib dicoba karena sudah terkenal di acara TV “Cake Boss”. Pemiliknya, Buddy Valastro, berasal dari keluarga imigran Italia. Disini kita bisa coba banyak sekali pilihan cake dan pastry. Waktu itu saya coba Carrot Cake Slice ($7.95), Lobster Tail ($5.50), Cookies, dan minum Hot Coffee. Dari semua Carrot Cake yang saya pernah coba, harus diakui Carrot Cake Carlo’s Bakeshop ini memang yang paling enak. Cakenya cukup ‘moist’, tidak terlau lembek, tapi rasanya sangat kuat. Manis, wangi ‘cinnamon’, parutan wortelnya pun masih terasa. Ditambah frosting cream cheese yang gurih. Juara 1 sih kalo menurut saya Carrot Cake ini. Lobster Tail (tidak ada Lobsternya ya, tapi bentuknya saja mirip buntut udang Lobster) rasanya menurut saya enak tapi kurang istimewa, tapi memang tampilannya cantik. Buat yang mau bawa oleh-oleh, wajib beli Cookies Carlo’s Bake Shop.

Carlo’s Bake Shop: 625 8th Ave, New York, NY 10018. +1(929) 446-0509. Payment: Cash, Credit, Debit. 07:00-00:00.

2.       Liberty Bagels Midtown

Bagel is undoubtedly NYC’s staple food. Setelah saya baca di internet dan lihat di kesehariannya, memang Bagel bisa dibilang makanan wajib orang NYC. Bagel itu roti, seperti donat tapi tawar. Biasanya dibelah 2 dan diisi macam-macam mulai dari cream cheese sampai ikan salmon. Mungkin karena kehidupan di NYC sangat sangat sangat sibuk, makanya orang cari makanan yang praktis bisa dibawa sambil jalan ke tempat kerja. Belakangan ini, lagi trend Rainbow Bagel, atau Bagel yang warna warni. Pastinya karena instagrammable ya. Sebenarnya toko Bagel banyak, tapi yang jual Rainbow Bagel hanya beberapa, salah satunya adalah Liberty Bagel. Saran saya, Liberty Bagel ini bisa dijadikan tempat pilihan breakfast yang takeaway alias tidak makan di tempat. Karena memang tempatnya sempit sekali dan antriannya panjang. Saya coba Rainbow Bagel dengan isian Birthday Cake Cream Cheese ($4.70). Bagelnya sendiri gurih dan agak chewy. Isian cream cheesenya manis dan kejunya terasa light. Menurut saya, 1 porsi Bagel ini cukup besar jadi bisa dibagi berdua. Jangan lupa foto yang banyak, karena Bagel ini tampilannya cantik sekali 😊

Liberty Bagels Midtown: 260 W 35th St, New York, NY 10001. +1(212) 279-1124. Payment: Cash, Credit, Debit. 07:00-15:00.

3.       Halal Guys

Halal Guys, sesuai namanya dijamin 100% Halal (dan 100% ENAK 😊). Halal Guys adalah food truck chain yang dimiliki oleh imigran dari Mesir, yang awalnya ditujukan untuk tempat makan para supir taksi di kota New York. Tapi sekarang food truck ini dibanjiri oleh baik warga local NYC sampai turis dari berbagai negara. Halal Guys yang saya datangi adalah di daerah 53rd Street (dekat Museum of Modern Art), area Times Square. Mudah mencarinya karena warna logonya merah dan kuning cerah. Wangi dari daging yang dipanggang tercium beberapa meter jauhnya, benar-benar membuat saya lupa sedang berada di tengah Times Square yang super sibuk.

Porsinya lumayan besar lho

Saya pesan Beef Gyro Platters Regular ($9.00), isinya adalah nasi basmati (long grain rice) yang sudah dibumbui jadi warnanya orange, daging sapi, irisan selada, 3 lembar roti pita, White Sauce dan Hot Sauce. Selain pilihan daging sapi, ada juga ayam, Falafel (sejenis perkedel dari kacang-kacangan), atau bisa juga combo (campuran daging sapi plus ayam). Irisan daging sapinya melimpah dan rasanya gurih. Tapi menurut saya yang membuat istimewa justru adalah White Sauce dan Hot Sauce-nya. Untuk penyuka pedas, pasti suka Hot Sauce Halal Guys. White Saucenya sendiri kurang lebih seperti mayonnaise tapi gurih sekali.

Tips untuk makan Halal Guys platter ini adalah tambahkan White Sauce yang banyak di atas nasi, kasih sedikit Hot Sauce (hati-hati karena rasa pedasnya cukup tajam), dan seperti makan Bubur Ayam di Indonesia 😊 kalau saya termasuk #timaduk alias harus diaduk dulu semuanya sampai merata. Karena Halal Guys ini terhitung murah untuk ukuran New York City, saya biasa beli 2 platter untuk disimpan dan dimakan di hotel untuk sarapan..hahaha😊

Halal Guys. West 53rd Street &, 6th Ave, New York, NY 10019. 11:00-05:00. Cash.

4.       Shake Shack

Shake Shack adalah restoran burger yang bisa dibilang menjadi kebanggaan warga East Coast (pesisir timur) Amerika, karena memang lahir di New York. Jadi, rasanya belum sah kalau ke New York City belum mencoba burger di Shake Shack. Pertama kali masuk ke restoran Shake Shack, memang terlihat lebih premium dibanding fast food resto lain seperti BK, McD, Wendy’s, dll. Interiornya terkesan lebih industrial, dominasi kayu dan aksen warna hijau dan putih.

Saya pilih Shroom Burger ($7.49) dan Single Shack Burger ($5.89). Untuk pelayanannya termasuk cepat, dan sesuai ciri khas New York City, tidak ada basa-basi 😊 . Satu set burger tidak termasuk French fries dan soft drink, jadi memang harus pesan tambahan. Burgernya sendiri memang terasa tidak terlalu greasy (berminyak), pattiesnya memang enak, dan konon katanya burger bun di Shake Shack memang didesain untuk mencegah isian burger keluar dan terlepas dari bun. Shroom Burger menurut saya lebih menarik karena isiannya adalah jamur Portobello (tanpa daging) yang di goreng dengan tepung dan ditambah keju Munster dan Cheddar.

French Fries-nya cenderung tebal dan lembut. Agak kurang pas untuk penggemar French fries garing seperti saya. (Tips: French fries terenak di fast food di US sejauh ini menurut saya adalah di Five Guys, kalau sempat cobain ya).

Oiya, lagi-lagi secara porsi Shake Shack ini walaupun terlihat kecil tapi ternyata sangat mengenyangkan. Untuk makan berdua, saya waktu itu hanya beli 1 French fries dan burgernya pun yang single.

Shake Shack: 691 8th Avenue (8th Avenue & 44th Street). +1(646)4350135. Payment: Cash, Credit, Debit. 10:30-00:00.

5.       Joe’s Steam Rice Roll

Joe’s Steam Rice Roll terletak di dalam Canal Street Market, sebuah food hall dan creative space yang memang hits di kalangan anak muda NYC. Tenant di dalamnya pun termasuk toko dan restoran yang sangat hype di Instagram, seperti Boba Guys (bubble tea) dan Bonsai Kakigori (es serut Jepang).

Menu utama di Joe’s Steam Rice Roll adalah Steam Rice Roll, Chinese Crepe, dan Chinese Pancake. Saya pesan Shrimp Steam Rice Roll ($9.00) dan Crab Stick Chinese Crepe ($7.00). Sambil menunggu, kita bisa melihat proses memasaknya. Jangan lupa siapkan ‘peralatan’ garpu, sumpit, saus, tissue, dan pastikan sudah dapat meja. Hehehe 😊

Shrimp Steam Rice Roll ini kalau saya lebih mengenal dengan istilah Chee Cheong Fun. Terbuat dari adonan tepung beras yang dikukus dan dibentuk seperti lapisan lumpia basah dan disiram dengan saus kecap asin. Tapi di Joe’s Steam Rice Roll ini ada tambahan toppingnya yaitu telur dan udang (pilihan lain ada daging sapi, babi atau sayur). Sementara itu Chinese Crepe ini adonannya dari tepung terigu dan digoreng. Lebih seperti martabak telur kalau di Indonesia.

Crab Stick Crepe

Shrimp Steam Rice Roll porsinya sedang, rasanya dominan asin dan gurih. Sensasinya ada di rice roll yang lembut dan udang yang juicy. Favorit saya justru Crab Stick Chinese Crepe-nya, karena dalam satu gigitan langsung terasa banyak tekstur. Dari kulit crepenya sendiri, irisan selada, crab stick, saus spicy, dan bawang goreng yang super crispy. Super enak!!

Joe’s Steam Rice Roll: 261 Canal St New York, NY 10013. +1(347) 379-6961. Payment: Cash, Credit, Debit. 10:00-18:00.

6.       Wah Fung Fast Food No.1

Rasa enak, harga murah, porsi besar. Tiga hal yang saya (sebagai turis irit) selalu perhatikan. Dan semua ini ada di Wah Fung. Lokasi Wah Fung ada di area Chinatown Manhattan. Menu yang ditawarkan sangat simple: Roast Duck, Roast Chicken dan Roast Pork (Charsiu). Bisa pilih disajikan di atas nasi atau mie. Saya pesan Roast Chicken Rice ($3.50) dan Roast Duck Rice ($3.50) porsi paling kecil. Walaupun porsi kecil, ternyata nasinya cukup banyak dan potongan daging panggangnya pun tidak pelit. Rasa nasi yang pulen berpadu dengan bebek dan ayam panggang yang gurih plus saus kecap asin. Enak dan pastinya mengenyangkan 😊. Kalau ke Wah Fung siang hari, antriannya memang terlihat panjang, tapi jangan khawatir karena pelayanannya super cepat. Patut dicoba!

Wah Fung Fast Food No.1. 9 Chrystie St, New York, NY 10002. Payment: Cash. 09:00-19:00.

7.       Chinatown Ice Cream Factory

Pandan Ice Cream

CICF ini lokasinya dekat dari Wah Fung. Tokonya sangat kecil dan hanya muat untuk antrian satu jalur. Didirikan tahun 1978, Chinatown Ice Cream Factory terkenal karena varian rasa es krimnya yang unik. Mulai dari Lychee, Durian, Sesame Seed, Jahe, sampai rasa Soy Sauce (kecap). Saya pun coba 1 scoop Pandan Ice Cream ($5.75). Es krimnya lembut, creamy dan cukup padat. Rasanya benar-benar mengesankan. Senang sekali bisa ketemu rasa Pandan asli di tengah New York City 😊. Oiya saya dapat bonus Pocky strawberry juga lho. Hehehehe 😊

Chinatown Ice Cream Factory. 65 Bayard St, New York, NY 10013. Payment: Cash. 11:00-22:00

8.       Katz’s Deli

Pengalaman pertama makan Pastrami dan langsung jatuh cinta! Katz’s didirikan tahun 1888, tidak jauh dari lokasinya yang sekarang. Katz’s sudah masuk di berbagai film Hollywood dan didatangi chef-chef ternama. Bisa dilihat dari foto dan kliping koran yang memenuhi dinding restonya. Menu utama mereka adalah Beef Pastrami, Salami dan Corned Beef. Semua makanan disini Kosher karena area ini sangat kental dengan latarbelakang komunitas Jewish. Mereka juga menjual produk olahan daging (deli) lain seperti Bologna, Turkey, Liver Pate dan lain-lain.

Beef Pastrami yang juicy dan nikmat
Tiketnya jangan sampai hilang yaa

Katz’s Deli ini selalu dipenuhi baik warga lokal maupun turis. Jadi jangan heran dengan antrian di sepanjang trotoar, bahkan sampai ke belokan jalan. Tapi saran saya: jangan menyerah! 😊 antriannya tidak akan lama karena mereka punya karyawan khusus yang akan mempersilahkan kita masuk, dan kasih kita tiket. Semua orang masing-masing akan dapat tiket. Tiket ini jangan sampai hilang.

Saya waktu itu langsung menuju antrian counter butcher, dan pesan Katz’s Pastrami Sandwich ($19.95) dengan acar timun dan tomat hijau. Untuk pesanan tambahan seperti French fries, salad dan minuman, ada di counter terpisah di ujung kiri. Setiap kita pesan sesuatu, mereka akan tulis di tiket. Sambil menunggu pesanan saya disiapkan, saya dapat satu piring sample pastrami. Ternyata etikanya adalah, kalau kita dikasih sample, habiskan. Dan karena saya tidak sanggup habiskan jadi saya bagi ke satu grup turis di antrian belakang saya..hehehehhe 😊

Rasa Pastrami disini benar-benar enak. Gurih, asin, juicy, lembut, masih terasa sedikit lemaknya, wah susah digambarkan dengan kata-kata. Harus coba sendiri! Jangan lupa makan dengan acara timun dan tomat khas Katz’s Deli. Acar timunnya memberikan tambahan rasa asam segar, jadi sangat pas perpaduannya. Untuk minumnya saya beli teh botol buatan mereka sendiri. Dan saya harus akui, ini adalah es teh manis terenak yang saya pernah coba di Amerika 😊 (tidak gampang ya cari es teh manis disini, tidak seperti di Indonesia).

Oiya satu porsi Pastrami Sandwich ini cukup mengenyangkan jadi waktu itu saya bisa makan berdua. Kalau mau takeaway dagingnya saja bisa, mereka ada counter sendiri untuk melayani beli dagingnya saja.

(Sekilas info: Corned Beef yang benar dibaca ‘Korn Bif’, selama ini saya salah bacanya ‘Kornet’ 😊)

Katz’s Delicatessen. 205 E Houston St, New York, NY 10002. Payment: Cash, Credit, Debit. 08:00-22:45.

SG 5 Must Eat

Deciding what to eat in Singapore is a tough job. There are myriads of choice, be it fancy restaurants or traditional hawker food. If you’re coming to Singapore for a short break, these are 5 MUST EAT foods in hawker centers that are worth to try (and worth the wait).

1. Dong Po Colonial Cafe
Dad always told me to have breakfast. I will certainly be happy to do so in Dong Po Colonial Cafe. Immerse yourself in authentic traditional Singaporean breakfast ritual by ordering Hot Kopi (coffee with milk), Bostock (almond toast) and Long Cup. The ‘kopi’ (means coffee in Malay & Bahasa) is quite strong (it will surely keeps you awake) and not too sweet. Try to dip the Long Cup (long cake made in pipe – back in those colonial days of Singapore, they don’t have tray to mold the cake so used pipe instead) into the coffee. Somehow it makes the coffee much more delicious. Last but not least is the Bostock. Crispy, sweet, buttery, and the almond topping is generous and fragrant. Put down all your fancy fancy cake and try this one! Have your breakfast at Dong Po and you’re ready to start the day!

 

Dong Po Colonial Cafe: 56 Kandahar St, nearest MRT: Bugis & Nicoll Highway. Opening Hours: 8:00-18:00 (Mon-Thu), 8:00-22:00 (Fri-Sun).

2. A Noodle Story
Dry ramen Singapore style. If you’re looking for a good satisfying brunch, try this one. A Noodle Story is a new young gen hawker that becomes the latest hype. They only sell 1 item in the menu: the dry ramen. Each bowl comes with dry ramen, charsiu, shrimp wonton, onsen egg, fried noodle prawn, spring onion and the red crispy topping (not sure what it is). The plating is done very nicely, looks super enticing. The ramen noodle is thin, chewy and has a nice flavor on itself. The noodle just absorb all the sauce underneath and makes it easier to slurp. The shrimp wonton is very plump, juicy and sweet. I was surprised with the onsen egg, tastes a bit like herbal boiled egg – and the yolk is runny and creamy. Get ready to queue in this stall but hey..it’s totally worth the wait.

Shop

20180714_11532420180714_11545620180714_115338

20180714_121617

A Noodle Story: 7 Maxwell Rd (Amoy Food Centre 01-39), nearest MRT: Tanjong Pagar. Opening Hours: 10:30 (Sunday closed).

3. Famous Old Airport Fried Oyster 
It is so good you can taste the wok hei! There are so many good review on this one, so I hop on the bus to Old Airport Rd food centre, just to try this. Fried oyster (Orh Luak) is a unique Singaporean dish / snack that consists of egg, flour, basil, and of course those bouncy oysters. This stall offers a very (i mean very very very) delicious fried oyster. The egg and flour is so fluffy, savory, and yes, you can absolutely taste the wok hei (the flavor that comes out from the wok when food is fried) – and I personally think this is what makes this stall stands out from the rest. I also love the oysters (uncle is so generous in giving the oysters) – they’re so fresh, bouncy and doesn’t really taste like Sea. I previously had bad experience with fried oyster in other hawker centre because the oyster had funky smell and taste. But fret not, Famous Old Airport Fried Oyster serves you only the freshest and the original!

20180714_155506

20180714_155459

20180714_160007

20180714_160029

Famous Old Airport Fried Oyster: 51 Old Airport Rd (Old Airport Food Centre 01-54), nearest MRT: Dakota. Opening Hours: 11:00-21:00.

4. Bai Nian Niang Dou Fu
Total comfort food for rainy days (and hot days as well). If you go for shopping in Bugis street, make sure you go to the far end and you will see Albert Centre hawker food. Bai Nian Niang Dou Fu is located in the middle of the row of stalls. They sell a set of Yong Tau Foo, including the white bee hoon. You may choose with or without bitter gourd (I once tried the bitter gourd but I prefer to eat without it). You can ask for extra bee hoon too! Each bowl comes with 5 different YTF: the prawn ball, the minced meat ball, tofu and fish cake. Don’t be deceived by the clear soup. It may looks clear and bland but hey the soup is actually the soul of the whole bowl! It is light, peppery, a bit sweet, savory, very very comforting. Enjoying Bai Nian Niang Dou Fu during the afternoon is a good idea before stuffing yourself with dinner.

20180715_082341

20180715_082633

20180715_082749

Bai Nian Niang Dou Fu: 270 Queen St (Albert Centre 01-106), nearest MRT: Bugis . Opening Hours: 7:30-21:00.

5. JB Ah Meng
Michelin star zi char style. JB Ah Meng is one of the resto I always recommend to a friend for dinner in Singapore. The must try items are: San Lou beehoon (burnt rice noodle), Stir Fried Lala (clams), Chilli Crab and Combination Tofu. The San Lou beehoon is literally overcooked fried rice noodle. The look might be unassuming but you know sometimes you just can’t judge a book by its cover. It’s delicious, full of wok hei, comes with lots of toppings (squid, prawn and egg), and is a good start for the entire meal. The lala comes with light sauce, it’s chewy and fresh, slightly spicy and garlicky. The Combination Tofu is actually a new item that I ordered – it turns out super good, the tofu is inarguably soft, creamy and leaves you wanting for more (I can seriously eat the whole plate by myself). Last but not least, don’t leave Singapore without having Chilli Crab! I have tried several outlets like the famous Jumbo (yes it costed me a lot) to the one in Makan Sutra (yes it’s much more affordable but sorry, not impressive at all) – and I came to conclusion that the Chilli Crab in JB Ah Meng is still the best (in terms of taste, portion and value). The huge legged crabs are drenched in sweet, spicy and eggy sauce. It fits me nicely because it’s not that extremely spicy and is very enjoyable. The crabs are fresh, the meat is thick, and oh don’t forget to wipe the sauce with fried mantao bun. It surely is a satisfying dinner and a great way to end your visit in Singapore.

20180425_192844

20180425_193450

20180425_193654

combination tofu

JB Ah Meng: 534 Geylang Road Lorong 30, nearest MRT: Paya Lebar. Opening Hours: 17:00-03:00

Holiday in Japan: Penginapan & Transport (beli JR Pass, harus kah?)

“Duh di Jepang tu taxi mahal lho Yu, aku abis 2 juta dari airport ke hotel”

“Neng lu siapin duit yang banyak ya, nginep disana tu boros banget”

“Kalau mau praktis, beli tiket kereta JR Pass aja kak, 3.5juta udah bisa kemana-mana”

Itulah beberapa pesan dan kesan dari teman-teman aku yang sukses bikin aku jiper sebelum memulai liburan di Jepang.  Aku sih jujur langsung mikir ya, “ini kayaknya gw belom berangkat udah bangkrut duluan”. Untunglah aku masih ada waktu buat googling dan tanya-tanya, termasuk ke ci Yenny (@yennymakanmulu) – thanks a lot lho ci..hahahaha. Jadilah trip Jepang kali ini ga seboros yang kukira dan alhamdulillah yah ga bikin bangkrut 😀

Transport

Transport di Jepang itu kurang lebih sama kayak di Singapore, dengan sistem kereta yang yah..10x lebih ribet dari MRT Sing..hahahahha. Tapi jangan khawatir, ga bakal nyasar!

20180503_091242

Kemarin ini pas aku sampai di bandara (aku mendarat di Kansai, Osaka), aku langsung menuju ke ticketing office. Disana, staffnya bisa bahasa Inggris dan sangat helpful. Karena aku akan stay 4 hari di Osaka, jadi aku beli kartu namanya ICOCA. Kalau di Indo, dia kayak Flazz atau e-money gitu. Bisa buat tiket kereta (kemana aja, bahkan di luar Osaka), bisa buat jajan di vending machine, dan ga ada masa berlakunya. Kalau saldonya habis, tinggal top up di mesin otomatis. ICOCA ini pas pertama beli kena harga JPY2000 (Rp 260,000). Nah, buat beli ICOCA ini hanya bisa cash. Kemarin kakakku coba bayar pake CC ternyata ga bisa.

Ok, ICOCA sudah di tangan, aman!

Next adalah beli tiket kereta Shinkansen. Nah…ini dia ni yang sebelumnya bikin aku stress berat. Hahaha (lebay ya? emang aku lebay sih :p ) waktu itu aku sempat datang ke Japan Travel Fair di Kota Kasablanka, terus dikasihtau sebaiknya beli JR Pass, yang harganya 3,5juta aja sodara sodara! Sumpah aku sedih banget pas tau harus keluar 3,5juta hanya untuk tiket kereta.

Well, setelah aku googling, JR Pass ini adalah tiket seperti ICOCA yang juga bisa dipakai untuk naik Shinkansen (kereta cepat). Memang harganya mahal, tapi worth it buat kalian yang memang akan pindah-pindah kota dan harus naik Shinkansen lebih dari 2x. Tapi dalam itinerary aku, aku hanya perlu naik Shinkansen 1x yaitu dari Osaka ke Tokyo. So artinya..GA PERLU BELI JR PASS! Yeayy aku seneng banget pas tau ini.

Di ticketing office yang tempat aku beli ICOCA, jadinya aku sekalian beli tiket Shinkansen Osaka-Tokyo. Nah, yang ini bisa ni dibayar pake CC. Untuk tiket Shinkansen tipe Nozomi jurusan Osaka-Tokyo, per orang kita kena JPY13,620 (Rp 1,770,600). Memang..tetep mahal 😀 tapi, ga 3,5juta juga kan? Hehehe…

Sebenernya aku pernah googling, bisa ga sih kalo ga usah pake Shinkansen, kereta biasa aja gitu. Jawabannya: bisa. Tapi, yah lama banget jadinya. Misalnya, dengan Shinkansen hanya 3 jam, sementara tanpa Shinkansen bisa lebih dari 6 jam. Sayang kan waktunya, jadi ga bisa maksimal jalan-jalannya.

Baiklah! Urusan tiket beres, sekarang langsung ke tempat penginapan 😉

(dari airport ke tempat penginapan kartu ICOCA udah bisa dipake yah. Dari Kansai ke penginapanku kereta cuma kena JPY920 alias Rp 119,600 )

PS: buat pergi kemana-mana pakai Google maps aja ya, gampang banget tinggal ikutin petunjuk, kalau bingung di semua stasiun ada petugas yang siap membantu.

 

Penginapan

Karena itinerary aku urutannya Osaka 4 hari lanjut Tokyo 4 hari, jadi aku book penginapan di 2 kota ini. Oia, aku sempat ke Kyoto, tapi tektok alias pulang hari jadi ga nginep di Kyoto. Well, Kyoto deket sih dari Osaka kayak Jakarta-Bogor gitu lah, sejam kurang lebih.

Penginapan aku di Osaka & Tokyo aku book lewat Agoda. Dan, semuanya ini apartemen, bukan hotel. Buat yang pergi sendiri atau cuma berdua, gpp juga sih coba book hotel. Kalau aku karena perginya sekeluarga jadi lebih efisien tinggal di apartemen.

Di Osaka aku tinggal di EXE Residence Tower, lokasinya di area Namba, pas di belakang Hillarys Hotel. Aku sempat was-was karena pas mau booking ini mereka ga akan kasih alamat lengkap, dan ga akan kasih nomer ownernya. Sampai kita book, bayar, dan ada booking number dari Agoda, baru lah tu aku terima Check-in instruction, alamat lengkap, no.HP dan e-mail si owner.

Cara check-in di apartemen ini menurutku unik banget, kita cukup kirim e-mail ke ownernya, kasihtau kita datang hari apa sekitar jam berapa, nanti kita akan dikasih instruksi buat ke ruang mailbox / locker di lantai dasarnya. Dikasih nomer lockernya dan ternyata di dalam locker udah ada kuncinya. Praktis! Tanpa perlu ketemu resepsionis..hahahahah.

Aku dapat kamar di lantai 17, dengan pemandangan area Namba yang super hectic tapi menyenangkan. Di kamar ini lengkap banget, ada mesin cuci, kulkas, AC, microwave, sandal kamar, jemuran, sandal jemuran, bahkan sampai peralatan masak kayak panci gitu ada semua.

Tapi, memang harus diakui, tinggal di Jepang itu kayak gang senggol 😀 serba terbatas ruangnya. Aku mau ambil makan, Papaku mau ke toilet, kita tubrukan, yah gitu lah kurang lebih. Hehehe.

Oia peraturan nginep disini adalah: pokoknya pas check out itu kamar bentukannya harus balik lagi kayak pas kita check in. So, jangan lupa dirapiin yaaa. Buang sampah juga jangan lupa.

4 hari kemudian aku pindah ke Tokyo. Tempat aku menginap kali ini bukan apartemen, lebih kayak rumah kontrakan gitu. Lokasinya juga nyempil di dalam area perumahan. Tapi seru juga sih tinggal disini jadi aku setiap hari bisa liat keseharian warga lokal. Ada yang nganter anak sekolah, ada yang buru-buru berangkat ngantor, ada yang tiap pagi sibuk buka warung makan, seru deh. Hehehe

Nah, tempat di Tokyo ini jujur jauh banget beda dari yang di Osaka. Not fancy at all. Tapi menurut aku dan keluargaku, cukup buat kita istirahat, nyaman, dan fasilitas kayak mesin cuci dan pantry tetap ada.

Oia pas baru sampai di Tokyo, dengan masih bawa koper segede-gede gaban, kita sempet bingung cari jalan di dalam perumahan itu. Tapi, jangan khawatir, kalau kata orang yang aku ketemu di Tokyo, “Japanese people is nice, but, shy”. Intinya, walaupun mereka terlihat cuek dan lagi buru-buru, tanya aja gpp, mereka akan jawab dengan ramah dan sabar banget.

All in all, trip kemarin di Jepang menyenangkan, terutama buat Papaku (karena dia bisa bahasa Jepang hahahah). Dan untungnya ga seboros yang aku duga (yeay!!).

Berburu seafood di Kuromon Market, Osaka

Bulan lalu pas aku trip ke Osaka, aku dapat apartement yang lokasinya strategis di tengah kota dan ternyata dekat sama Kuromon Market (pasar apa ini ya? hmmm penasaran). Setelah aku googling ternyata Kuromon adalah food market yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun di Osaka. WOW!! #makinpenasaran

Perjalanan pertama aku ke Kuromon Market berakhir dengan…..gagal. Karena KEMALEMAN T___T. Aku pertama kali ke Kuromon itu jam 8 malam dan tokonya udah tutup semua. Baiklah, kita coba besoknya, sampai di Kuromon sekitar jam 5 dan yeayyy masih pada buka.

20180504_181540

Pas sampai disana aku seneng bangeeeeettt..karena seafood berlimpah, mulai dari fresh salmon, scallop yang gede-gede, baby octopus, dll. Pengen coba semuanya! 😀 Selain seafood, di Kuromon juga banyak fresh fruits, Kobe beef, takoyaki, dan segala macam jajanan khas Jepang.

20180504_1848471.jpg20180504_18485220180504_18492720180504_18500120180504_18465120180504_183642

Ini dia beberapa makanan yang sempat aku coba di Kuromon market (yang lainnya ga sempat karena udah kekenyangan):

Baby Octopus with Quail Egg :

20180504_183025kalau dilihat sekilas kayak alien deh bentukannya..hahahhaa. Jadi ini adalah baby octopus yang di dalam kepalanya itu diisi telur puyuh. Octopusnya sendiri dibumbuin merah gitu (aku kurang tau ini bumbu apa). Rasanya manis, tapi di servenya memang agak dingin gitu. Kalau mamaku geli liat makanan ini..hahahah..tapi buat yang suka seafood ini worth to try!

Grilled Clams:

5696994864_IMG_20855696994864_IMG_20735696994864_IMG_2067clams atau kerang yang gede-gede banget di grill dan dikasih sake. Fresh dan made to order. Buat yang tidak boleh minum sake, mereka akan tawarin sakenya diganti dengan salt & pepper aja..tapi dikasihtau juga bahwa rasanya akan beda. Tapi jangan khawatir karena rasa clams-nya itu sendiri udah enak banget! Segar, juicy, dan kenyal-kenyal gemesin gitu..hehehehhe.

Grilled Crab & Cheese:

20180504_184945tadinya aku mau beli King crab, tapi takut duitnya habis dan ga bisa jajan yang lain 😦 jadi aku bergeser ke pilihan yang lebih terjangkau ini. Jadi ini tu daging kepiting yang sudah shredded (suiran), ditambahin keju dan (kayaknya sih) macaroni. Terus digrill gitu langsung di atas cangkang kepitingnya. Rasanya….gila ini sih enak banget!! Kejunya meleleh gitu terus daging kepitingnya juga manis, dan berlimpah. Puas deh pokoknya nyobain yang satu ini.

Dango Dumpling:

20180504_18200720180504_181722awalnya ga niat beli ini, justru mau beli Kobe beef di gerobak sebelahnya. Tapi antriannya panjang banget dan aku takut ngabisin waktu terlalu lama nungguin si beef. Jadilah cobain yang ada di gerobak sebelahnya yaitu Dango Dumpling. Karena kendala bahasa, tadinya aku pikir ini adalah mochi ternyata..SALAH! 😀 jadi ini kalau di makanan Korea kayak Tteokbokki gitu ya, rice cake gitu tapi bentuknya bulat dan dikasih olesan saus di atasnya. Rasanya buat aku familiar..kayak kerupuk kemplang 😀 tapi versi empuk.

Nara Strawberry:

20180504_184301ini dia si stroberi putih yang banyak banget dijual di Kuromon market. Aku belum pernah cobain stroberi warna putih sebelumnya, jadi penasaran. Ternyata ya daging buahnya warnanya putih dan rasanya enak, manis terus ada wanginya gitu. Sayang banget ini ga bisa dibawa ke Jakarta 😦  pokoknya kalau liat si Nara strawberry ini jangan lupa cobain yahh.

Oia sebelum ke Kuromon market, aku saranin bawa cash yah. Soalnya kan ini sifatnya jajanan jadi ga ada yang namanya bisa bayar swipe di EDC gitu 🙂 terus makannya itu kebanyakan sambil jalan. Ada sih beberapa warung yang sediain tempat duduk tapi ga semuanya.

20180504_182027

Dan..untuk tidak mengulang kesalahanku, yaitu datang kemaleman 😀 sebaiknya datang dari pagi aja kesini. Mereka buka dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore. Biar lebih puas dan banyak waktu nyobain semuanya 😉

Happy eating!!

4 MUST Eat when in Dotonbori – Osaka, Japan

Trip kali ini adalah pertama kalinya aku ke Jepang (yeay!), sekaligus reuni keluarga. Berhubung aku dan orangtuaku tinggal terpisah negara dan benua jadilah kita ketemu di tengah-tengah yaitu di Jepang..hehehe.

Kota pertama yang aku datangi adalah Osaka. Tadinya aku cuma tertarik karena ada Universal Studio Japan, tapi aku salah, karena ternyata Osaka ini terkenal sebagai ‘Japan’s Kitchen’ alias tempatnya makanan enak di Jepang!

5696994864_IMG_2203

Ada 2 area kuliner yang WAJIB KUDU HARUS didatengin: Dotonbori dan Kuromon Market. Dotonbori itu sebenarnya daerah shopping dan restoran sepanjang Dotonbori River. Untuk kulineran di Dotonbori, aku saranin mulai dari jembatan yang ada Glico Man-nya. Dari situ tinggal nyusurin jalan aja, karena sejujurnya Dotonbori ini rame banget dan kalo belum terbiasa, pasti bingung karena tokonya semua terlihat sama.

20180504_2008525696994864_IMG_2116

(Check next review buat edisi khusus Kuromon yah! 😉 )

Nah ini dia list makanan yang HARUS banget dicoba di Dotonbori Osaka!

  • Takoyaki Dotonbori Kukuru Kunamon

20180503_222102

Ini adalah salah satu Takoyaki yang paling terkenal (dan terenak) di Osaka. Lokasinya ada di sejejeran jembatan Glico Man, ada patung gurita merah di atasnya.  Sebelahan sama Osaka Ohsho Gyoza. Jangan heran kalau liat antrian Takoyaki ini – sabar aja, karena ga bakal nyesel antri, sambil antri bisa sambil nonton mas2nya (manggilnya apa ya kalau di Jepang) bikin takoyaki mulai dari adonan. Seporsinya ada beberapa ukuran, mulai dari S harganya sekitar JPY650 (isi 4) / Rp 84,500. Kalau bisa, sediain uangnya dari pas awal ngantri biar ga lama. (Oia di Jepang ini kita harus taruh uangnya di atas tray kecil gitu yang mereka sediain di kasir).

5696994864_IMG_21495696994864_IMG_2130

Kukuru Takoyaki ini enak banget menurutku karena luarnya crispy tapi dalamnya fluffy banget dan adonan Takoyakinya lembuuuut banget tapi potongan Octopusnya sih gede parah. Aku tidak malu mengakui bahwa aku bisa makan 10 Takoyaki ini sendiri (HAHAHAHAHAH #ihdasarmaruk). Karena memang Kukuru Takoyaki light, ga eneg, dan pas buat memulai perjalanan kuliner malam di Dotonbori.

5696994864_IMG_21565696994864_IMG_2178

Kukuru Dotonbori Takoyaki: 〒542-0071 Osaka Prefecture, Osaka, Chuo, Dotonbori, 1 Chome−10−5 白亜ビル – Opening Hour: 12:00 – 22:30

  • Osaka Ohsho Gyoza

20180503_222021Ini tokonya tetanggaan sama Takoyaki Kukuru, di atasnya ada patung Gyoza berjejer gitu (gemes deh!). Kemarin pas nyobain Ohsho Gyoza ini antrinya memang ga terlalu panjang, tapi kalau ngintip ke dalam restonya..wow rame! Makannya di jalan aja deh sambil menikmati pemandangan Dotonbori di malam hari.

5696994864_IMG_21635696994864_IMG_2177

Gyozanya isinya gurih banget (minced meat & garlic), kulitnya tebal, kenyal tapi garing gitu. Lucunya si Gyoza ini dempet-dempetan akuran banget, jadi makannya mesti agak ditarik-tarik gitu buat pisahin. Kebalikannya dari Takoyaki Kukuru, Ohsho Gyoza ini cenderung lebih mengenyangkan. Untuk harganya dia sekitar JPY200 (Rp 26.000) untuk 6 pcs.

Osaka Ohsho Gyoza: 1-6-13 Dotonbori, Chuo, Osaka, Osaka Prefecture 542-0076, Opening Hour: 11:00-02:00

  • Melonpan Ice Cream

20180504_191951

Terkenal dengan sebutan ‘World’s Second Best Melon-Pan Ice Cream‘, kalau kata temenku: lu belum ke Dotonbori kalau belum cobain es krim ini..hahahahha!! (diem deh! sini aku cobain! seenak apa sih?). Ok baiklah, kita cari dimana letaknya si Melonpan  Ice Cream ini. Dia itu sebenernya jualnya di dalem mobil, jadi jangan cari resto atau cafe yah. Parkirnya pas di belokan setelah Ichiran Ramen. Cari aja yang ada mobil van ijo, gede, ada patung Melon bread di atasnya, plus antriannya ampun-ampunan panjangnya (aku rasanya pengen nangis liat antriannya). Tapi aku kan udah niat mau pamer ke temen, “ni udah gw cobain!”. Jadilah aku ikut antri sekitar 40 menit gitu, berdiri manis bersama turis-turis lain, di bawah udara dingin 11 derajat celsius (cakeppp).

5696994864_IMG_2409

Intinya sih dia ini Melon bread (roti bentuk Melon tapi ga ada rasa Melon nya sama sekali) dikasih es krim dan sirup (bisa pilih, ada rasa Hokkaido Melon, Coklat, Green Tea, dll). Yang polosan harganya JPY400 (ga pakai sirup) / Rp 52,000 – tapi aku cobain yang pakai sirup Hokkaido Melon kena JPY700 (Rp 91,000). Time to try and taste! Gigitan pertama kena si Melon breadnya…………………….(long moment of silence). Aku cuma bisa bilang: gila ini sih enak parah! Abis itu Melon breadnya coba deh colek ke saus Hokkaido Melon-nya trus gigit es krimnya. Yah ampuuuuunnn..disuruh antri 40 menit lagi aku rela sih! 😀

20180504_20552920180504_205430

5696994864_IMG_2406

Melon breadnya ini sepertinya mereka bake sendiri fresh, di dalam si mobil van itu jadi masih wangi, crispy, tapi dalamnya moist banget. Sirupnya pun rasanya enak , ga aneh (jangan bayangin sirup Melon warna ijo yang suka ada di TV kalo bulan puasa ya gaes..beda banget :D). Aku ga ngerti sih kalau ini the second best, gimana the first best-nya. Hahahahah. Inget ya: seantri apapun, please cobain Melonpan Ice Cream ini di Dotonbori!

Melonpan Ice Cream: 1 Chome-4-19 Dotonbori, Chuo, Osaka, Opening Hour: 13:00-22:00.

  • Ichiran Ramen

20180504_192153

Ini dia si Ichiran Ramen yang hits banget dan buka 24 jam. Makan di Ichiran Ramen ini menurutku bukan cuma pengalaman ngerasain ramennya, tapi juga cara ordernya. Jadi step pertama: masuk ke restonya (yaiyalah..hahahah), terus nanti akan dikasih kertas Order Sheet yang isinya preference kita. Mulai dari kekentalan kuah, takaran bawang putih, daun bawang (mau putihnya, ijonya, apa ga pakai sama sekali), mau pakai Chashu engga, tingkat pedasnya, dan tekstur mie. Kalau pusing, lihat aja yang sudah dilingkarin sama mereka, itu yang recommended nya 😀 kalau mau bereksperimen, bisa juga sambil nonton di TV-nya ada Order Sheet milik para artis K-Pop, seleb Jepang, dll. Misalnya ni member Bangtan Boys sukanya ramennya gimana, member Block B gimana..yah gitu lah kira-kira 😀

Terus pesan ramennya itu bukan ke mba2nya ya, tapi ada mesinnya gitu jadi kita masukin dulu uangnya terus pilih mau ramen, dan side dishnya apa saja. Kalau aku selalu pilih Half Boiled Salted Egg dan Mushroom. Masing-masing orderan itu akan keluar di kertas-kertas kecil. Nanti dibawa antri ya kertas itu. Terus nanti sambil antri , sambil liat di dinding itu ada peta meja tempat makannya dan dari lampunya bisa kelihatan mana meja yang kosong. Akan dibantu diarahin juga sama waitersnya.

20180504_192504

Mejanya itu sendiri-sendiri dan bersekat. Jadi kayak bilik orang mau pemilu gitu. Tapi buat yang mau makan berduaan sambil pegangan tangan, jangan khawatir, sekatnya bisa dibuka kok 😉 cara penyajiannya nanti di depan kita itu akan ada tirai kayu, nanti tirainya dibuka trus masnya akan ngomong apa gitu (pake bahasa Jepang, aku ga ngerti) dan akan keluarin ramen dan side dishnya dari situ. Super unique!

Untuk rasa sebenarnya tergantung orderan kita sih. Kalau aku selalu pilih mienya itu yang masih firm (setengah matang) dan pedasnya mild. Buatku Ichiran Ramen ini sih enak banget, apalagi kalau dimakan pas cuaca dingin gitu. Kuahnya gurih, wangi dari daun bawangnya terasa banget. Terus mienya (sesuai seleraku) kenyal dan bikin pengen nambah lagi nambah lagi. Apalagi kalau dimakan sama telur asin setengah matengnya itu, aduh juara deh!

20180504_194738

Dia beneran buka 24 jam, jadi kalau males antri panjang, cobain aja pas jamnya orang-orang tidur heheheheh.

Ichiran Ramen: 1 Chome-4-19 Dotonbori, Chuo, Osaka, Opening Hour: 24hours

Sekian review tentang beberapa makanan di Dotonbori. Kalau ke Osaka jangan lupa cobain yah. See you on next review about Kuromon Market!

J.B. Ah Meng Singapore – Michelin star resto

Aku sering banget dapat pertanyaan dari temen-temen: “makan apa sih yang enak di Singapore?”. Pertanyaan ini sebenernya agak susah dijawab, karena menurutku di Singapore makanannya banyak yang enak dan authentic.

Ada satu resto yang selalu aku recommend: J.B. Ah Meng. Resto ini mendapatkan 1 Michelin Star. Wow! “Mahal ya? Emang makan apaan disana?”

Mahal ya? Jawabannya: relatif. Kalo dibandingin sama resto seafood sekelas Jumbo, J.B. Ah Meng lebih murah. Makan apaan disana? Intinya sih dia resto Zi Char atau Chinese food yang biasanya untuk makan sekeluarga. Tapi menu yang WAJIB dipesen disana adalah San Lou Beehoon alias burnt beehoon (bihun gosong) dan Chilli Crab (plus mantau).

Trip aku kali ini ke Singapore ceritanya wisata kuliner bareng 10 orang Chef dari hotel bintang 5 Jakarta, ya pasti kalau nyariin dinner buat mereka harus yang impressive, secara taste mereka ga ngalay kayak aku. Hahahaha… (kalo aku sih emang anaknya laperan).

20180425_185934

Cara kesananya gampang banget, bisa naik MRT turun di stasiun Aljunied sekitar 750m (sepanjang jalan banyak tukang duren). J.B. Ah Meng ini baru pindah lokasi, restonya sekarang lebih besar dan lebih bagus. Kalau dulu beneran di dalem gang gitu. Yang sekarang alamatnya di Geylang Lorong 30. Adanya di pojokan dan signnya warna merah lumayan gede. Kalau menurut aku, lokasi yang sekarang lebih proper kalau kita mau bawa tamu even untuk yang urusan bisnis sekalipun.

Kita sampai sana sekitar jam 6 sorean dan untungnya masih belum antri jadi bisa bebas duduk dimana aja. Kalau datengnya lebih malem lagi bisa ga dapet tempat duduk. Tanpa berbasa-basi langsung kita pesen: San Lou Beehoon , Chilli Crab, White Pepper Crab, Mantau, Three Delicacy Beancurd, Stir Fried Lala, sayur dan nasi. Hampir semua menu makanannya bisa pilih ada 3 ukuran SML kayak baju. Hehehe.

Jangan kaget karena waitress disana jarang ada yang bisa bahasa Inggris, cuma ada 1-2 orang yang masih bisa English dikit-dikit. Tapi yaa dengan sedikit bahasa Tarzan bisa lah orderan kita dia mengerti.

San Lou Beehoon – bihun goreng yang disajikan dengan gosong dan lepek kayak pancake. Hahahah. Sumpah tampilannya ga menjanjikan banget. Tapi justru inilah menu yang membawa J.B. Ah Meng jadi resto berbintang Michelin. Bihun gorengnya ini enak banget, di dalamnya ada telur, udang dan cumi. Kalo istilah Singaporenya you can taste the wok hei alias gurih-gurih wangi gorengan. Dan wangi smoky akibat gosongnya itu beneran bikin nagih! Must try.

20180425_193450

Chilli Crab & White Pepper Crab – kepiting disini memang bukan yang gede banget, tapi 2 menu ini beneran cooked properly dan juicy kepitingnya masih berasa. Aku lebih rekomendasiin yang Chilli Crab daripada yang White Pepper. Karena yang White Pepper lebih pedes tapi pedesnya ganggu, sampai overpowering rasa manis daging kepitingnya. Kalau yang saus Chilli Crab ini rasanya..mmmmm enak banget apalagi dijadiin cocolan mantau. Fyi roti mantau mereka pun enak banget – ga kayak kalo kita beli yang frozen di supermarket.

20180425_193654

Stir Fried Lala – alias kerang batik ditumis pakai bawang putih dan cabe. Menu ini wajib dipesan buat appetizer. Kerangnya fresh banget, manis dan endut-endut (kayak aku..jadi berasa ketemu jodoh :p ).

20180425_192844

Three Delicacy Beancurd – tahu sutra yang digoreng dan disiram pakai tumisan sayur dan jamur. Kuahnya kental gitu dan gurih banget. Jujur ni ya, aku pesen 3 porsi yang small buat kita ber 12 tapi rasanya itu tahu pengen aku abisin semua sendiri. Abis enaaaaak banget 😀

Setelah makan disana, 10 Chef yang aku ajak ini mengakui: this is a recommended one dan pantesan ajaaa dapet Michelin star. Sampai-sampai Chef Ferran Adria yang terkenal itu juga makan disini lhooo. Kalau dari Indonesia ada oom William Wongso, yang fotonya sampai dipajang di resto J.B. Ah Meng ini.

Untuk urusan harga, kita per orang kena sekitar SGD25 nett udah termasuk minum. Oh ya buat temen-temen yang tanya ini restonya Halal ga? Jawabannya: engga. Karena mereka juga ada menu pork (aku ga pernah pesen sih) dan ada alkohol. All in all aku akan selalu rekomendasiin J.B. Ah Meng buat temen-temen yang mau ke Singapore.

J.B. Ah Meng: 534 Geylang Road Lorong 30
05:00pm – 03:00am

Seneng Banget Makan di JOGJA: 5 kuliner asli Jogja yang harus kamu coba

Kuliner Asli Jogja yang Harus Kamu Coba

Udah pernah coba kuliner apa aja di Jogja? Di Jogja ternyata bukan cuma Gudeg lho. Banyak makanan otentik Jogja yang patut dicoba juga. Antara lain 5 kuliner di bawah ini:

1. Lumpia Samijoyo
Kalau lagi jalan-jalan di Malioboro, selain beli oleh-oleh, coba mampir ke Lumpia Samijoyo. Lokasinya di deretan Ramayana Malioboro, depan deretan toko dekat Hotel Mutiara. Lumpia ini cukup terkenal – rasanya enak dan harganya pun bersahabat. Ada 2 jenis yang bisa kita pilih, Lumpia Ayam atau Lumpia Spesial (isi Ayam dan Telur Puyuh). Per potongnya hanya 4.000 & 4.500 rupiah (ini harga di akhir 2017). Di harga segitu kita dapat lumpia yang besar dan isinya pun padat, dengan kulit yang crispy. Isiannya ada suwiran ayam, sayur (toge & wortel) & telur puyuh. Jangan lupa kasih topping parutan lobak & bawang putih. Lumpia Samijoyo ini khas Jogja, sedikit beda dengan Lumpia Semarang karena tidak ada isian rebung. Dan memang tidak dijual dalam bentuk basah. Jangan kaget kalau kesini dan antriannya panjang. Pelayanannya cepat kok. Sambil tunggu lumpia pesanan digoreng, kita bisa menikmati suasana di Malioboro.
Lumpia Samijoyo. Jl. Malioboro no. 18. 8:00 – 21:00.

Lumpia Samijoyo

2. Warung Bu Ageng
Rumah makan milik seniman Butet Kertaredjasa ini ternyata punya makanan yang..wah ngangeni! Saya sempat pesimis ketika diajak kesini, jangan-jangan hanya karena lagi populer di film AADC2 terus makanannya biasa aja. Sampai pada akhirnya saya coba menu Nasi Campur disana. Ada berbagai macam pilihan topping untuk Nasi Campurnya. Ada Paru Ketumbar, Lele Njingkring, Lidah Semur, Ayam Suwir, Terik Daging Sapi. Nasi Campurnya sendiri sudah default, ada kering kentang, sambal tempe kacang panjang, suwiran tuna dan kerupuk gendar. Saya paling terkesan dengan Lidah Semur karena lidah sapinya dimasak sampai empuk dan bumbu semurnya meresap ke dalam. Lele Njingkringnya pun sangat khas makanan kampung Jogja – Lele Asap yang digoreng, memang agak kering dan cenderung keras tapi rasa asapnya luar biasa, bikin rindu kampung halaman saya di Bantul. Paru Ketumbar pun wajib dicoba – gorengan paru kering yang ditaburi osengan ketumbar. Hmmm nikmat disantap dengan nasi dan sambal tempe. Buat pecinta Duren, ada Bubur Duren hangat sebagai dessert juga di Warung Bu Ageng.
Warung Masakan Omah Bu Ageng. Jl. Tirtodipuran 13. 11:00 – 23:00 (untuk grup sebaiknya reservasi dulu).

Warung Bu Ageng Facade Warung Bu Ageng
3. Sate Klathak Pak Pong
Letaknya di Imogiri, Sate ini memang harus dicoba karena hits, legendaris, bikin ketagihan sekaligus melatih kesabaran. Jangan kaget kalau harus menunggu 2 JAM untuk pesanan datang! Saya bukan penggemar Sate Kambing makanya sempat bingung karena disini tidak ada menu yang bukan daging Kambing. Hanya ada Sate, Tongseng, Tengkleng dan Sup. Tapi untung saya coba, kalau engga wah nyesel deh. Saya pesan Tongseng Kambing dan Sate Kambing. Satenya per porsi hanya 2 tusuk, tusukannya unik yaitu dari besi (konon asalnya dulu dari besi roda sepeda). Sate Kambingnya dijamin – tidak bau prengus dan empuk sekali. Juicynya seperti daging domba import lho. Saya menyesal kenapa cuma pesan 1 porsi. Hahahha. Tapi jangan khawatir, 2 tusuk ini pun sudah mengenyangkan karena potongan dagingnya super tebal. Tusukan besinya pun bikin daging matang ke dalam dengan sempurna. Bumbu yang minimalis bikin rasa dagingnya semakin menonjol. Tongseng Kambingnya juga enak, tapi tetap Satenya yang juara! Supaya terasa semakin otentik Jogja, coba pesan minuman Teh Panas Manis yang disajikan dengan gula batu. Awas ketagihan!
Sate Klathak Pak Pong. Jl. Imogiri Timur Km 10. 09:00 – 23:30.
Sate Klathak 1
4. Kopi Klotok
Untuk yang tinggal di kota, bisa makan di tengah hamparan sawah pasti jadi pengalaman menarik. Di Kopi Klotok ini kita ibarat ‘numpang makan’ di rumah di tengah sawah. Kenapa? Karena Kopi Klotok ini benar-benar rumah yang di dapurnya disajikan baskom-baskom besar berisi lauk dan sayur. Sistemnya self service, tidak ada nampan, hanya tumpukan piring dan sendok garpu. Untuk sayurnya mayoritas Sayur Lodeh – Lodeh Kluwih, Lodeh Terong, Lodeh Tempe Lombok Ijo. Ada juga Sayur Asem. Lauknya ada Tempe Garit, Telor Krispi, Tahu Bacem. Jangan lupa pesan Pisang Goreng dan Kopi Hitamnya. Buat Nasi dan Sayur, boleh ambil sepuasnya di piring masing-masing, tetap dihitung 1 porsi. Sayur Lodeh Kluwihnya agak pedas, tapi santannya cenderung ‘kalem’ – tidak terlalu kental dan bumbunya terasa lebih dominan sehingga gurihnya pas. Coba makan dengan Tempe Garit, makin nikmat. Tempe Garit ini lebih tipis dan sangat gurih, sering disajikan di masakan rumahan Jogja. Rasanya? Beda dengan tempe di ibukota. Hahaha. Jagoan lain adalah Telor Krispi. Telor dadar kering yang super garing. Kriuknya bikin ketagihan, sampai-sampai antrian Telor Krispi dibuat terpisah dari antrian nasi dan sayur. Terakhir, coba tutup dengan minum Kopi Hitam khas Kopi Klotok. Pertama coba, bikin langsung melek! Kopinya kuat tapi rasanya menenangkan. Apalagi minumnya sambil memandang hamparan sawah.
Kopi Klotok. Jl. Kaliurang Km 16. 06:30 – 22:00

Kopi Klothok 2Kopi Klothok 3Kopi Klothok
5. Bakmi Jowo Mbah Gito
Ke Jogja pasti harus coba Bakmi Jowo, banyak sekali resto Bakmi Jowo yang bisa dipilih, dan biasanya semakin lokasinya menjauh dari kota rasanya semakin aseli dan otentik. Semua warung dan resto Bakmi Jowo punya ciri yang sama: antrinya lama. Kenapa? Karena dimasaknya dengan arang dan biasanya yang masak hanya 1-3 orang tergantung besar restonya. Bakmi Mbah Gito terletak di Kotagede, interior restonya dari kayu dan banyak signage yang lucu dan nyeleneh khas Jogja. Bakminya hanya Bakmi Kuning. Bisa pilih Bakmi Godog atau Bakmi Goreng. Biar ga penasaran, coba lah dua-duanya. Seporsi Bakmi isinya bakmi kuning, suwiran ayam, telur, kol dan daun bawang. Saya lebih suka Bakmi Gorengnya karena lebih ‘miroso’, Bakmi Godognya cenderung manis. Kuahnya seperti ada campuran udang keringnya. Acar timun pendampingnya pun sangat manis. Acarnya baru terasa enaknya setelah dimakan bersamaan dengan bakmi dan kuahnya. Untuk Bakmi Gorengnya rasanya lebih mantap dan ‘lebih Jogja’. Jujur, ini bukan bakmi jowo terbaik yang saya coba. Di kampung banyak yang lebih enak dan asli dari segi rasa. Tapi, ga salah donk kalau cobain makan disini supaya tidak penasaran!
Warung Bakmi Jowo Mbah Gito. Jl. Nyiageng Nis 9 Rejowinangun. 11:00 – 23:00.
Mbah Gito 2Mbah Gito 1Mbah Gito Facade
Nah itu dia 5 kuliner asli Jogja yang patut dicoba! Harap bersabar ketika menunggu antrian, nikmati suasana kota dan kampung di Jogja dengan hati bahagia. Ajak teman dan keluarga tercinta supaya semakin berkesan 🙂
Yuk mlaku mlaku neng Jogja!